Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Meta Luncurkan Muse Spark 1.1: Jawaban Tegas Lawan Google Gemini & GPT-5

meta muse spark 1.1 ai model lawan google
Meta Rilis Muse Spark 1.1, Siap Saingi dan -5. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Meta Platforms secara resmi meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Muse Spark 1.1, pada Kamis (25/7/2026). Inovasi dari Meta Superintelligence Labs ini langsung diposisikan sebagai pesaing ketat bagi model AI kelas atas seperti Google Gemini, OpenAI GPT-5, dan Anthropic Claude. Peluncuran ini juga menandai dibukanya akses API berbayar pertama kalinya oleh Meta, sebuah langkah strategis yang menunjukkan keseriusan perusahaan untuk bersaing di pasar AI generatif.

Perilisan Muse Spark 1.1, yang sudah dipratinjau pada April 2026, menjadi bagian penting dari misi Meta mewujudkan ‘personal superintelligence’ bagi penggunanya. Model ini hadir dengan sejumlah kemampuan mutakhir yang dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks dan multi-modal.

Kemampuan Utama Muse Spark 1.1

Muse Spark 1.1 merupakan model AI multi-modal paling canggih yang pernah dikembangkan Meta. Beberapa kemampuannya sangat menonjol, menjadikannya pemain serius di arena AI global.

Pertama, model ini memiliki kapabilitas Coding & Agentic. Artinya, Muse Spark 1.1 mampu menulis kode, melakukan debug, dan bahkan menjalankan perangkat lunak atau tools secara mandiri. Ini adalah fitur krusial untuk otomatisasi dan pengembangan aplikasi.

Kedua, kemampuan Multi-modal memungkinkan AI ini memahami dan memproses berbagai jenis data secara bersamaan, mulai dari teks, gambar, hingga video, semuanya dalam satu model terpadu. Lebih dari itu, ia juga Natively Multi-modal, yang berarti dirancang dari awal untuk menangani suara, teks, dan gambar secara simultan.

Terakhir, Muse Spark 1.1 mampu mengerjakan Multi-step Tasks. Ini berarti model ini dapat menyelesaikan tugas-tugas kompleks dengan intervensi manusia yang jauh lebih sedikit, meningkatkan efisiensi secara signifikan.

Perbandingan dengan Pesaing Utama

meta muse spark 1.1 ai model lawan google gemini
Meta Muse Spark 1.1 ai model lawan Google Gemini.

Meskipun Meta belum mengklaim posisi nomor satu, hasil benchmark dari Artificial Analysis menunjukkan bahwa Muse Spark 1.1 menempatkan dirinya tepat di belakang pemimpin pasar seperti Gemini 3.1 Pro dari Google, GPT-5.4 dari OpenAI, dan Claude Opus 4.6 dari Anthropic. Ini menandakan kemajuan pesat Meta dalam mengembangkan AI berkinerja tinggi.

Dalam hal harga API, Meta juga menawarkan struktur kompetitif. Berikut perbandingan harga per 1 juta token:

Model Input (per 1 juta token) Output (per 1 juta token)
Meta Muse Spark 1.1 $1.25 $4.25
Google Gemini 3.5 Flash $1.50 $9.00
OpenAI GPT-5.5 $30.00 $180.00
Anthropic Claude Fable 5 $10.00 $50.00

Harga API Muse Spark 1.1 memang lebih mahal dibandingkan GPT-5 Mini, namun masih berada di bawah Claude Sonnet 4.6. Ini menunjukkan upaya Meta untuk menawarkan nilai kompetitif di pasar yang sangat ketat.

Pergeseran Strategi Meta: Dari Open Source ke Proprietary

Langkah Meta merilis Muse Spark 1.1 sebagai model proprietary atau berbayar menandai pergeseran signifikan dari strategi open-source yang selama ini digaungkan oleh Mark Zuckerberg. Alasan di balik perubahan ini adalah ambisi Meta untuk mengejar ketertinggalan dari para pemimpin pasar AI seperti Google, OpenAI, dan Anthropic.

Perubahan haluan strategis ini dilakukan setelah Meta berhasil mendatangkan Alexandr Wang dari Scale AI dan membentuk Meta Superintelligence Labs tahun lalu. Investasi besar dalam talenta dan riset menjadi kunci upaya Meta untuk mempercepat inovasinya.

Dampak Muse Spark 1.1 pada Produk Meta

Integrasi Muse Spark 1.1 sudah dimulai. Model ini telah diaktifkan dalam ‘Thinking mode’ di aplikasi Meta AI dan di situs web Meta. Rencananya, Muse Spark 1.1 akan menggantikan model Llama yang saat ini digunakan di berbagai chatbot pada platform Meta, termasuk WhatsApp, Instagram, Facebook, dan perangkat kacamata Ray-Ban Meta.

Selain itu, Meta juga merilis Muse Image untuk menghasilkan gambar di Instagram Stories dan WhatsApp. Pratinjau Muse Video juga telah diperkenalkan, menunjukkan rencana Meta untuk memperluas kapabilitas AI generatifnya ke berbagai aspek pengalaman pengguna.

Senjata Rahasia Meta: Chip AI Sendiri ‘Iris’

Untuk mengurangi ketergantungan pada vendor eksternal seperti Nvidia, Meta berencana memproduksi chip AI sendiri dengan kode nama ‘Iris’. Produksi chip ini dijadwalkan dimulai pada September 2026. Target Meta cukup ambisius: mencapai total daya komputasi 14 gigawatt tahun depan. Pengujian awal chip Iris dikabarkan berjalan lancar tanpa masalah besar.

Meta: Sudah Salip Google di Iklan, Masih Mengejar di Model AI

Apakah Meta siap menyalip Google di balapan AI? Jawabannya kompleks. Dalam hal pengembangan model AI mentah, Meta masih berada di posisi mengejar. Data dari LMArena menunjukkan bahwa Google Gemini 2.5 Pro masih mendominasi dengan menempati lima dari sepuluh slot teratas. Namun, di sektor pendapatan iklan digital, ceritanya berbeda.

eMarketer memproyeksikan bahwa pada tahun 2026, Meta akan mencatat pendapatan sebesar $243,46 miliar dari iklan digital, melampaui Google yang diproyeksikan $239,54 miliar. Ini merupakan kali pertama Meta berhasil menyalip Google sejak eMarketer mulai melacak data ini 14 tahun lalu. Kenaikan pendapatan ini didorong oleh AI ‘Advantage+’ dan Reels, yang secara signifikan meningkatkan ROI (Return on Investment) para pengiklan.

Jadi, Meta belum ‘menyalip’ Google dalam kualitas model AI secara keseluruhan. Namun, dengan peluncuran Muse Spark 1.1, pengembangan chip Iris, dan monetisasi AI yang agresif melalui Advantage+, Meta menunjukkan keseriusan luar biasa untuk menjadi pemain dominan di masa depan. Persaingan ini dipastikan akan semakin ketat dan menarik untuk disimak.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda