Hari ini, Menteri Kebudayaan melakukan kunjungan ke Benteng Rotterdam di Makassar, sebuah situs bersejarah yang menyimpan banyak cerita tentang perjuangan dan kebudayaan daerah. Dalam kunjungan ini, beliau didampingi oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Kegiatan ini bukan hanya sekadar wisata sejarah, melainkan bagian dari upaya untuk mempromosikan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal yang kaya.
Benteng Rotterdam, yang dibangun pada abad ke-17 oleh Belanda, merupakan salah satu warisan budaya yang penting bagi masyarakat Makassar. Dengan dinding tebal dan arsitektur unik, benteng ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa bersejarah. Menteri Kebudayaan menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang warisan budaya Indonesia, terutama yang ada di Sulawesi Selatan.
“Benteng ini bukan hanya bangunan, tetapi juga simbol dari perjuangan masyarakat Makassar dan sejarah panjang yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujar Menteri Kebudayaan saat memberikan keterangan pers di lokasi. Beliau juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat situs-situs bersejarah seperti ini.
Wali Kota Munafri turut berkomentar, mengatakan bahwa kunjungan ini sangat berarti bagi masyarakat Makassar. “Kami berterima kasih kepada Menteri Kebudayaan atas perhatian dan dukungannya terhadap pelestarian budaya di daerah kami. Benteng Rotterdam adalah identitas kami,” ungkapnya.
Kunjungan ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Dekranas 2026, yang diadakan di Makassar. Dekranas, yang merupakan singkatan dari Dewan Kerajinan Nasional, berfokus pada pengembangan dan promosi kerajinan lokal. Acara ini dihadiri oleh berbagai pelaku seni dan kerajinan di Makassar, yang memamerkan hasil karya mereka. Menteri Kebudayaan berharap acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk lokal.
Selama berada di Benteng Rotterdam, Menteri Kebudayaan juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya. Ia mengungkapkan harapan agar generasi muda lebih mengenal sejarah dan budaya daerah mereka. “Sangat penting bagi anak-anak muda untuk memahami sejarah. Melalui pemahaman itu, mereka bisa lebih mencintai dan melestarikan budaya mereka sendiri,” tambahnya.
Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Beberapa di antara mereka terlihat antusias mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama Menteri Kebudayaan. Ada pula yang menyampaikan harapan agar pemerintah lebih memperhatikan pelestarian situs-situs bersejarah lainnya di daerah tersebut.
Seiring dengan itu, Menteri Kebudayaan juga menyinggung tentang perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga warisan budaya. “Kita harus bekerja sama. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memelihara situs bersejarah, sementara pemerintah pusat bisa memberikan dukungan dalam bentuk anggaran dan program-program pelestarian,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat ke depan. Menteri Kebudayaan mengajak semua pihak untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. “Pariwisata yang baik tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga harus melibatkan masyarakat dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, Menteri Kebudayaan juga meninjau beberapa pameran kerajinan lokal yang diadakan di sekitar Benteng Rotterdam. Ia terlihat terkesan dengan kerajinan tangan yang dipamerkan, mulai dari tenun tradisional hingga anyaman bambu. “Ini adalah potensi yang luar biasa. Kita harus mempromosikan kerajinan lokal ini agar dikenal lebih luas,” katanya.
Keberadaan Benteng Rotterdam dan kerajinan lokal adalah bentuk kekayaan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan. Melalui kunjungan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya dan sejarah yang ada di sekitar mereka.
Kegiatan ini diakhiri dengan dialog interaktif antara Menteri Kebudayaan dengan masyarakat dan pelaku seni. Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai harapan dan masukan terkait pengembangan budaya dan pariwisata di Makassar. Menteri Kebudayaan mendengarkan dengan seksama, menunjukkan komitmennya untuk memperhatikan aspirasi masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Dengan semangat baru, diharapkan Makassar dapat menjadi salah satu pusat budaya yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.