Seiring dengan itu, Menteri Kebudayaan juga menyinggung tentang perlunya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga warisan budaya. “Kita harus bekerja sama. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memelihara situs bersejarah, sementara pemerintah pusat bisa memberikan dukungan dalam bentuk anggaran dan program-program pelestarian,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat ke depan. Menteri Kebudayaan mengajak semua pihak untuk mengembangkan pariwisata berbasis budaya. “Pariwisata yang baik tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga harus melibatkan masyarakat dan melestarikan budaya,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, Menteri Kebudayaan juga meninjau beberapa pameran kerajinan lokal yang diadakan di sekitar Benteng Rotterdam. Ia terlihat terkesan dengan kerajinan tangan yang dipamerkan, mulai dari tenun tradisional hingga anyaman bambu. “Ini adalah potensi yang luar biasa. Kita harus mempromosikan kerajinan lokal ini agar dikenal lebih luas,” katanya.
Keberadaan Benteng Rotterdam dan kerajinan lokal adalah bentuk kekayaan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan. Melalui kunjungan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya melestarikan budaya dan sejarah yang ada di sekitar mereka.
Kegiatan ini diakhiri dengan dialog interaktif antara Menteri Kebudayaan dengan masyarakat dan pelaku seni. Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai harapan dan masukan terkait pengembangan budaya dan pariwisata di Makassar. Menteri Kebudayaan mendengarkan dengan seksama, menunjukkan komitmennya untuk memperhatikan aspirasi masyarakat.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Dengan semangat baru, diharapkan Makassar dapat menjadi salah satu pusat budaya yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.