Senin, 13 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Topan Bavi Hantam Pesisir Zhejiang China: 2 Juta Orang Dievakuasi, Penerbangan Lumpuh

Satellite image of Typhoon Bavi making landfall in Zhejiang China
Foto: Topan Bavi menghantam pesisir Zhejiang China dengan kecepatan angin 144 km/jam

Bencana alam angin topan kembali melanda pesisir timur Asia. Kali ini, amukan badai besar terjadi di pesisir timur Republik Rakyat Tiongkok (China). Topan Bavi, salah satu badai terkuat tahun ini di kawasan tersebut, resmi mendarat di pesisir Provinsi Zhejiang pada Sabtu malam tanggal 11 Juli 2026 waktu setempat. Otoritas penanggulangan bencana setempat segera memberlakukan status darurat tertinggi untuk mengantisipasi potensi kerusakan fatal akibat tiupan angin kencang dan hujan lebat yang menyertainya.

Berdasarkan catatan meteorologi setempat, pendaratan pertama pusat badai terjadi di kota Yuhuan sekitar pukul 23.20 waktu setempat. Kurang dari satu jam kemudian, badai kembali menghantam daratan untuk kedua kalinya di kawasan Yueqing yang masuk dalam administrasi Kota Wenzhou. Otoritas setempat mencatat kecepatan angin maksimum saat pendaratan mencapai 144 kilometer per jam (setara dengan Kategori 1 skala Saffir-Simpson). Embusan angin ekstrem ini dilaporkan mampu merobohkan fasilitas umum, merusak atap perumahan warga, dan menumbangkan ribuan pohon pelindung kota.

Satellite image of Typhoon Bavi making landfall in Zhejiang, China

Foto satelit memperlihatkan pusat badai Topan Bavi saat mendarat di pesisir Zhejiang, China Timur. (Credit: JMA/Himawari-9, Zoom Earth)

Kewaspadaan tinggi dan kesigapan evakuasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Melalui perintah darurat terpusat, otoritas Zhejiang mengevakuasi hampir 2,2 juta warga dari wilayah rawan bencana menuju tempat penampungan sementara yang lebih aman. Evakuasi massal ini juga meluas hingga ke kota tetangga seperti Shanghai dan Provinsi Fujian. Berkat respons cepat ini, hingga Minggu sore belum ada laporan mengenai korban jiwa yang jatuh secara langsung di wilayah daratan China, sebuah pencapaian mitigasi bencana yang diapresiasi oleh banyak pihak.

Meskipun demikian, lumpuhnya sektor transportasi tidak dapat dihindari. Di Shanghai, dua bandara internasional utama—Pudong dan Hongqiao—membatalkan ratusan penerbangan domestik maupun internasional sepanjang akhir pekan. Layanan kereta cepat antarkota, kapal feri penyeberangan, serta beberapa ruas jalan tol di sepanjang pesisir timur terpaksa ditutup sementara. Pemerintah setempat juga melarang seluruh kapal nelayan melaut dan menginstruksikan mereka untuk merapat ke pelabuhan perlindungan terdekat.

Sebelum mendarat di China, Topan Bavi sebenarnya merupakan Topan Super Kategori 5 di Samudra Pasifik dengan kecepatan angin mencapai 290 kilometer per jam pada awal Juli. Badai ini sempat menyapu pulau-pulau selatan Jepang dan bagian utara Taiwan, melukai ratusan orang, sebelum perlahan melemah saat mendekati daratan Tiongkok. Di Filipina, efek ekor badai memperkuat angin muson barat daya yang memicu banjir bandang dan tanah longsor hingga menewaskan sedikitnya 17 orang.

Saat ini, kekuatan Topan Bavi dilaporkan telah melemah menjadi badai tropis seiring perjalanannya bergerak ke arah barat laut menuju Provinsi Anhui. Otoritas cuaca China tetap merilis peringatan kuning bagi wilayah pedalaman, mengingatkan warga agar tetap mewaspadai potensi banjir bandang sekunder akibat curah hujan tinggi yang masih tersisa.

Laporan video CGTN mengenai peringatan dini dan persiapan darurat pendaratan Topan Bavi di Zhejiang.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda