Senin, 13 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Tour de France 2026: Heatwave Paksa Stage 9 Dipotong 30 KM

Tour de France 2026
Para pembalap bersiap menghadapi rute etape sembilan Tour de France 2026 yang dipersingkat akibat gelombang panas. Foto: Wikimedia Commons

Matahari menyengat aspal Prancis tengah hingga mencapai titik yang membahayakan nyawa. Panitia Tour de France 2026 akhirnya menyerah pada panas ekstrem dan memangkas 30 kilometer dari rute Stage 9 yang sedianya menempuh jalur Malemort menuju Ussel.

Keputusan ini diambil setelah otoritas cuaca Meteo-France menetapkan status waspada merah atau red alert untuk departemen Corrèze. Suhu udara melonjak drastis, memaksa penyelenggara melakukan langkah drastis demi keselamatan seluruh pembalap dan kru tim yang sudah berkeringat sejak hari pertama perlombaan dimulai.

Awalnya, para pembalap dijadwalkan melahap lintasan sejauh 185,5 kilometer. Kini, mereka cukup menuntaskan 155,5 kilometer saja. Panitia memotong bagian awal rute yang melintasi area perbukitan terjal, sebuah langkah yang disebut-sebut pertama kali terjadi dalam sejarah panjang balapan bergengsi ini hanya karena alasan gelombang panas.

Pertaruhan Strategi di Tengah Suhu Ekstrem

Tadej Pogacar masih berdiri kokoh sebagai orang yang paling diburu di peloton. Pembalap UAE Team Emirates ini mengenakan yellow jersey dengan catatan waktu total 28 jam 49 menit 07 detik. Jonas Vingegaard dari Team Visma-Lease a Bike masih membayangi ketat, terpaut 2 menit 42 detik. Perubahan jarak ini tentu saja mengacak-acak buku strategi para direktur olahraga tim.

Meski rute dipangkas, tanjakan di Suc au May tetap ada dalam menu hari ini. Tanjakan itu bakal menjadi medan tempur utama bagi para spesialis breakaway. Nama Mads Pedersen dari Lidl-Trek langsung mencuat sebagai favorit di antara pengamat.

Rute yang lebih pendek memungkinkan pembalap seperti Pedersen untuk mengerahkan tenaga penuh tanpa harus kehabisan napas lebih awal, terutama karena hari ini adalah etape terakhir sebelum seluruh kontestan menikmati hari istirahat pertama.

Di balik kemudi mobil tim, para manajer sekarang harus menghitung ulang konsumsi air dan taktik pendinginan. Para pembalap tidak hanya melawan gravitasi di tanjakan, tetapi juga melawan dehidrasi yang bisa datang kapan saja. Sesi pemanasan di area paddock pun kini dibatasi. Tidak ada yang mau ambil risiko tumbang sebelum bendera finis dikibarkan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda