Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Alasan McLaren Ajukan Banding Hasil GP Monako Menurut Oscar Piastri

Ilustrasi jalur pit lane sirkuit Formula 1 yang menjadi pusat sengketa banding McLaren
Oscar Piastri mengungkap alasan McLaren ajukan banding hasil GP Monako setelah Pierre Gasly kembali naik podium akibat kekacauan penalti kecepatan. (Ilustrasi: AI)

MONAKO — Perebutan podium GP Monako kini resmi bergeser dari aspal Monte Carlo ke ruang sidang Paris. Pembalap McLaren, Oscar Piastri, akhirnya buka suara mengenai alasan timnya resmi mengajukan banding atas hasil balapan GP Monako. Langkah hukum ini diambil setelah Federasi Otomotif Internasional (FIA) membatalkan hukuman pembalap Alpine, Pierre Gasly, dan mengembalikannya ke posisi podium ketiga.

Langkah McLaren ini menjadi babak baru perseteruan politik di balik kemudi Formula 1. Isu ini bukan sekadar perebutan trofi plastik, melainkan menyangkut integritas sistem penilaian olahraga motor paling bergengsi di dunia.

McLaren tidak berjuang sendirian dalam kasus ini. Red Bull Racing juga melayangkan protes serupa ke Pengadilan Banding Internasional FIA, yang merupakan lembaga peradilan tertinggi dalam dunia balap motor. Berdasarkan laporan Sky Sports, kekacauan ini bermula dari kesalahan fatal sistem pengukuran kecepatan di jalur pit (pit lane) sirkuit jalan raya Monte Carlo. Hal ini memicu efek domino yang merugikan banyak pembalap di barisan depan.

Preseden Buruk Mengintai Formula 1

Awal bulan ini, Alpine sukses memenangkan banding setelah membuktikan bahwa panjang pit lane di Monako tidak diukur dengan benar oleh pihak penyelenggara. Imbasnya, alat pengukur kecepatan FIA menghasilkan data yang keliru. Gasly, yang awalnya melorot ke posisi tujuh akibat penalti tambahan waktu 10 detik, dikembalikan ke posisi ketiga.

Keputusan tersebut otomatis menggeser pembalap lain ke bawah. Isack Hadjar (Red Bull) turun ke posisi empat, Oscar Piastri melorot ke urutan kelima, disusul duo Racing Bulls, Liam Lawson dan Arvid Lindblad di posisi keenam dan ketujuh. Pergeseran ini sangat krusial karena poin di Monako sangat sulit didapatkan akibat minimnya titik menyalip. Piastri menilai, situasi ini memicu kekhawatiran besar tentang bagaimana penalti akan disikapi di masa depan.

“Saya tidak pernah melihat balapan dengan begitu banyak penalti kecepatan di pit lane. Dalam kasus saya, saya sangat yakin tidak melanggar batas kecepatan,” ujar Piastri menjelang rangkaian GP Austria.

Pembalap asal Australia tersebut menjelaskan bahwa prosedur normal yang dipahami pembalap adalah menerima keputusan pengawas balapan saat itu juga demi kelancaran kompetisi. Namun, keberhasilan Alpine mengubah hasil setelah balapan selesai dinilai merusak sistem tersebut. Aturan yang semula absolut kini tampak bisa dinegosiasikan.

“Risiko terbesar yang kita hadapi sekarang adalah setiap kali tim atau pembalap merasa penalti mereka salah, mereka akan menempuh proses panjang ini. Akibatnya, kita tidak tahu hasil resmi balapan bahkan setelah satu bulan berlalu,” tambah Piastri.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda