Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

India Hapus Bea Impor Komponen Elektronik, Dampak bagi Apple & Xiaomi

India Hapus Bea Impor Komponen Elektronik, Dampak bagi Apple & Xiaomi
Foto: Simon R. Minshall/Pexels

JAKARTA — Pemerintah India resmi mencabut bea masuk untuk sejumlah komponen penting dalam produksi ponsel pintar dan perangkat elektronik. Kebijakan ini menghapus tarif lama sebesar 5 persen hingga 7,5 persen yang sebelumnya membebani para produsen global.

Langkah strategis ini diharapkan menjadi stimulus besar bagi raksasa teknologi seperti Apple dan Xiaomi yang kini menjadikan India sebagai basis produksi utama mereka.

Menjaga Daya Saing Industri Lokal

Komponen yang kini dibebaskan dari kewajiban pajak impor mencakup modul pengisian daya nirkabel, layar untuk perangkat medis dan otomotif, hingga sel baterai litium-ion. Kelonggaran aturan ini berlaku cukup panjang, yakni hingga 31 Maret 2029. Bagi pelaku industri, keputusan tersebut adalah sinyal kuat dari New Delhi untuk mempercepat ekosistem manufaktur bernilai tinggi di dalam negeri.

Manoj Mishra, partner di firma konsultan Grant Thornton Bharat, menyebut langkah ini krusial untuk mendongkrak daya saing biaya dan nilai tambah domestik. “Pembebasan bea untuk sel baterai litium-ion secara khusus dapat memicu investasi besar di sektor produksi baterai lokal, baik untuk elektronik konsumen maupun mobilitas listrik,” ujar Mishra sebagaimana dilaporkan oleh Channel News Asia (CNA).

Ambisi Ambisius Menuju 2030

Langkah deregulasi ini bukan sekadar kebijakan teknis biasa. India memiliki target ambisius untuk memperluas sektor manufaktur elektroniknya hingga mencapai nilai 500 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2030. Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai target tersebut, hambatan biaya komponen impor harus dipangkas secara signifikan.

Keseriusan India dalam sektor ini terlihat dari data historis yang cukup mencengangkan. Dalam satu dekade terakhir, produksi ponsel pintar di India telah melonjak hingga 28 kali lipat. Pada tahun anggaran 2024/2025, nilai produksinya tercatat mencapai 5,45 triliun rupee atau sekitar 57 miliar dolar AS. Angka ini menegaskan posisi India yang semakin dominan dalam rantai pasok teknologi global.

Dampak bagi Ekosistem Global

Keputusan India ini memberikan pengaruh nyata bagi perusahaan teknologi global yang berusaha mendiversifikasi lokasi pabrik mereka di luar Tiongkok. Dengan biaya komponen yang lebih murah, perusahaan cenderung lebih percaya diri untuk mengalihkan lebih banyak lini perakitan ke India.

Bagi konsumen, efisiensi rantai pasok ini berpotensi menjaga harga jual produk tetap kompetitif di pasar global, mengingat komponen penyusun utama seperti layar dan baterai mendapatkan keringanan beban pajak.

Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan sekaligus peluang bagi negara lain di Asia, termasuk Indonesia, yang juga berambisi menarik investasi manufaktur elektronik. Kecepatan India dalam menyesuaikan kebijakan fiskal demi menarik investasi asing menjadi catatan penting bagi peta persaingan industri teknologi di kawasan.

Ringkasan Kebijakan

  • Pemerintah India menghapus bea masuk 5-7,5% untuk komponen ponsel, perangkat medis, dan baterai.
  • Kebijakan ini berlaku efektif hingga 31 Maret 2029 demi mendukung target manufaktur 500 miliar dolar AS.
  • Langkah ini diperkirakan memperkuat posisi India sebagai basis produksi Apple, Xiaomi, dan raksasa teknologi lainnya.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda