SPIELBERG — Tim Formula 1 McLaren bersiap menguji komponen aerodinamika radikal demi memburu kemenangan perdana mereka pada musim balap 2026. Tim asal Woking, Inggris tersebut mengonfirmasi bakal menguji coba komponen sayap belakang baru yang eksperimental pada sesi latihan bebas GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring pekan ini.
Langkah berani ini diambil setelah McLaren gagal mengamankan satu pun podium tertinggi dalam enam balapan pembuka musim ini. Sang juara bertahan konstruktor baru mengoleksi empat podium, catatan yang dinilai kurang memuaskan bagi tim yang berambisi mempertahankan takhta juara dunia.
Inovasi Sayap Belakang Eksperimental McLaren
Direktur Teknis Rekayasa Aplikasi McLaren, Neil Houldey, menjelaskan bahwa paket pemutakhiran kali ini berfokus pada efisiensi area belakang mobil MCL40. Menurut laporan Sky Sports, komponen paling menyita perhatian adalah sayap belakang eksperimental yang memiliki kemiripan konsep dengan inovasi sayap fleksibel milik kompetitor utama mereka.
Desain baru ini diyakini mengadopsi mekanisme serupa dengan sayap belakang Ferrari yang sempat menghebohkan garasi F1 saat tes pramusim. Sayap jenis ini mampu menyesuaikan sudut kemiringan secara otomatis saat mobil melaju di trek lurus guna mereduksi hambatan udara secara ekstrem.
“Austria secara historis merupakan sirkuit yang ramah untuk karakter mobil kami,” ujar Neil Houldey. “Kami optimistis karakteristik sasis dan gaya balap pembalap kami akan klop dengan sirkuit ini, sehingga kami bisa kembali bertarung memperebutkan posisi terdepan.”
Houldey menambahkan bahwa pemutakhiran ini merupakan bagian dari peta jalan pengembangan jangka panjang tim. Sesi latihan bebas hari Jumat akan menjadi panggung krusial untuk mengumpulkan data riil sebelum memutuskan penggunaan sayap baru ini pada sesi kualifikasi dan balapan utama.
Mercedes Fokus Benahi Masalah Daya Tahan Mobil
Rival senegara mereka, Mercedes, juga tidak tinggal diam menghadapi ketatnya persaingan di papan atas. Kepala Tim Mercedes, Toto Wolff, memastikan bahwa jet darat Silver Arrows akan menerima pemutakhiran penting untuk mengatasi isu reliabilitas yang kerap merugikan tim dalam beberapa balapan terakhir.
Masalah daya tahan mesin memang menjadi mimpi buruk bagi Mercedes akhir-akhir ini. George Russell terpaksa menyudahi balapan lebih cepat saat memimpin GP Kanada akibat kendala teknis. Nasib serupa menimpa pemimpin klasemen sementara, Kimi Antonelli, yang gagal finis saat berada di posisi kedua pada balapan sebelumnya di Barcelona.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.