Kursi dewan pengawas di PT PP (Persero) Tbk mendadak jadi buah bibir. Nama Aisyah Zakiyyah masuk ke jajaran komisaris perusahaan konstruksi pelat merah ini, memicu obrolan panjang di media sosial. Publik mulai membedah rekam jejaknya, mempertanyakan bagaimana seorang dengan latar belakang sains dan komunikasi memegang kendali pengawasan di perusahaan konstruksi raksasa.
Aisyah resmi duduk di posisi ini setelah keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 19 Mei 2026. Kehadirannya bukan sekadar tambahan nama di lembar struktur organisasi. Ini menjadi potret terbaru bagaimana komposisi kepemimpinan di badan usaha milik negara (BUMN) disusun, sebuah langkah yang selalu punya dampak bagi arah kebijakan perusahaan ke depan.
Jejak Akademik Lintas Negara
Perempuan kelahiran Jakarta, 30 Desember 1993 ini tidak menempuh jalur pendidikan yang konvensional bagi calon pengurus perusahaan konstruksi. Aisyah adalah lulusan luar negeri. Ia menyandang gelar sarjana di bidang Kimia Terapan dan Biokimia dari Gunma University, Jepang, yang diselesaikan pada 2015. Pilihan studi yang cukup jauh dari urusan beton atau manajemen proyek bangunan.
Tak berhenti di sana, langkah akademisnya berbelok tajam tiga tahun kemudian. Aisyah menuntaskan pendidikan jenjang magister di Macquarie University, Sydney. Bidang yang ia dalami adalah Komunikasi Internasional. Kombinasi sains dari Jepang dan keterampilan komunikasi dari Australia menjadi modal utama yang ia bawa sebelum masuk ke dunia profesional Indonesia.
Karier di Sektor Swasta hingga Pemerintahan
Sebelum namanya muncul di PTPP, Aisyah menghabiskan waktu di industri swasta internasional. Ia pernah memegang posisi Manajer E-commerce dan Pemasaran di Lingble Ltd., Singapura, pada 2021. Pengalaman digital ini cukup kontras jika dibandingkan dengan kultur industri konstruksi yang cenderung bersifat padat modal dan konvensional.
Setelah dari Singapura, ia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan PT Toyota Tsusho System Indonesia. Di sana, ia memimpin tim divisi penjualan sejak 2023 hingga 2024. Perannya di perusahaan otomotif tersebut menjadi jembatan baginya sebelum akhirnya ditarik ke dalam lingkar pemerintahan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.