Rabu, 15 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kebakaran Pub Bangkok: 32 Orang Tewas, Semua Sudah Teridentifikasi

Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat bekerja di lokasi kebakaran pub Bangkok dengan mobil ambulans dan polisi
Tim penyelamat dan petugas kepolisian bekerja di lokasi kebakaran Rong Beer Na Ladprao, Bangkok, yang menewaskan 32 orang. (Ilustrasi: AI)

Duka mendalam menyelimuti Bangkok. Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat di Rong Beer Na Ladprao resmi bertambah menjadi 32 orang setelah dua pengunjung yang sempat menjalani perawatan intensif menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada Rabu pagi. Luka bakar yang mereka derita terlalu parah untuk bisa diselamatkan oleh tim medis.

Pol Maj Gen Wirun Supasinghsiripreecha, komandan Institut Kedokteran Forensik di Rumah Sakit Umum Kepolisian, memastikan bahwa angka ini adalah final. Sejak api melahap tempat hiburan tersebut pada Minggu malam, tim forensik bekerja tanpa henti.

Sebanyak 27 orang dinyatakan meninggal dunia tepat di lokasi kejadian, sementara lima korban lainnya sempat bertahan hidup di rumah sakit selama beberapa hari sebelum akhirnya menyusul rekan-rekan mereka.

Proses Pemulangan Jenazah

Halaman rumah sakit berubah menjadi tempat yang pilu. Sejak Rabu pagi, keluarga korban terus berdatangan untuk menjemput anggota keluarga mereka yang telah tiada. Isak tangis pecah di sudut-sudut ruang tunggu.

Hingga saat ini, 28 jenazah telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Pihak otoritas medis menargetkan seluruh proses pengembalian jenazah ke pihak keluarga akan selesai sepenuhnya pada Rabu malam ini.

Kerja keras tim forensik membuahkan hasil. Pol Maj Gen Wirun menegaskan seluruh 32 korban kini telah teridentifikasi dengan jelas melalui pemeriksaan menyeluruh. Tidak ada lagi teka-teki identitas. Kepastian ini menjadi pegangan bagi keluarga agar bisa segera melangsungkan prosesi pemakaman sesuai dengan adat istiadat mereka.

Salah satu kisah yang menarik perhatian adalah gugurnya Sitthichok Butthitak. Dia bukan pengunjung biasa. Sitthichok merupakan seorang petugas kepolisian muda yang baru menjalani masa tugas selama setahun lebih sedikit.

Rekan kerjanya mengenang dia sebagai sosok yang penuh dedikasi dan sangat disukai di lingkungan kantor. Kini, tubuhnya akan diberangkatkan menuju kampung halamannya di Provinsi Kalasin untuk peristirahatan terakhir.

Investigasi Mendalam

Api memang sudah padam, namun pertanyaan besar masih menggantung di udara. Mengapa tragedi sebesar ini bisa terjadi? Divisi Kepolisian Metropolitan 2 tidak tinggal diam. Mereka telah memanggil sedikitnya 51 orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Daftar saksi ini cukup panjang, mulai dari pemilik usaha, para karyawan yang bekerja saat kejadian, hingga anggota keluarga korban yang masih berduka.

Penyidik juga memegang bukti kunci. Rekaman CCTV dari area sekitar lokasi telah disita dan dipelajari dengan teliti. Potongan video dari berbagai sudut diharapkan bisa menyambung alur cerita yang terputus di balik kobaran api Minggu malam lalu.

Babak baru penyelidikan akan dimulai pada Kamis. Tim penyidik menjadwalkan pertemuan khusus dengan para ahli sistem bangunan dan kelistrikan.

Mereka ingin membedah secara teknis apakah ada kelalaian pada instalasi listrik atau kegagalan sistem keamanan gedung yang memicu api merambat dengan begitu cepat. Analisis teknis ini akan menjadi bahan utama untuk menentukan apakah ada unsur tindak pidana di balik kebakaran tersebut.

Sementara itu, petugas kepolisian masih terus memantau kondisi korban selamat yang masih dirawat. Kesaksian mereka adalah kepingan puzzle yang sangat berharga. Pernyataan dari para penyintas akan disusun menjadi berkas perkara yang kuat.

Bagi pihak berwenang, mengungkap titik awal percikan api bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral agar tragedi mematikan ini tidak terulang kembali di ibu kota.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda