Saat peluit kick-off dibunyikan di Atlanta Stadium pada Kamis pukul 02:00 WIB, Inggris dan Argentina akan menuliskan babak baru dari salah satu rivalitas paling emosional dalam sejarah sepak bola. Manajer Inggris, Thomas Tuchel, kini menghadapi ujian terbesarnya untuk membawa pulang trofi Piala Dunia pertama sejak 1966. Namun, mereka harus melewati adangan juara bertahan Argentina yang dipimpin oleh sang legenda Lionel Messi.
Pertandingan semifinal ini menjadi perbincangan hangat di tanah air. Antusiasme penonton sangat tinggi untuk menyaksikan siaran langsung gratis di TVRI. Suporter kedua kubu bersiap menantikan drama 90 menit penuh tensi tinggi, yang di masa lalu kerap diwarnai kartu merah, kontroversi, dan keajaiban individu.
Tensi Panas Lini Tengah dan Skuad Terbaru
Inggris mendapat dorongan moral yang besar setelah Declan Rice dipastikan pulih dari sakit dan siap bermain sejak menit awal. Keberadaannya sangat dibutuhkan mengingat Jordan Henderson harus absen karena cedera pergelangan tangan dan Quansah terkena skorsing. Lini tengah Inggris harus bekerja ekstra keras untuk membendung dominasi penguasaan bola Argentina.
Jude Bellingham and Harry Kane tetap menjadi andalan utama Tuchel untuk membongkar pertahanan ketat Argentina yang dipimpin oleh Cristian Romero. Di sisi lain, gelandang Argentina Alexis Mac Allister menegaskan skuadnya tidak merasa tertekan karena sudah berpengalaman di laga semifinal Piala Dunia.
Timeline: Pertemuan Inggris vs Argentina di Piala Dunia
Rivalitas sengit kedua negara di ajang Piala Dunia telah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Berikut adalah linimasa lima pertemuan bersejarah mereka:
| Tahun | Babak | Skor Akhir | Catatan Sejarah |
|---|---|---|---|
| 1962 | Fase Grup | Inggris 3–1 Argentina | Bobby Charlton menginspirasi kemenangan meyakinkan Inggris di Chile. |
| 1966 | Perempat Final | Inggris 1–0 Argentina | Laga berlangsung sangat keras di Wembley. Kapten Argentina Antonio Rattin dikartu merah, memicu manajer Inggris Alf Ramsey menjuluki pemain lawan “animals.” |
| 1986 | Perempat Final | Argentina 2–1 Inggris | Diego Maradona mencetak gol kontroversial “Tangan Tuhan” (Hand of God), yang disusul oleh gol solo legendaris “Goal of the Century.” |
| 1998 | Babak 16 Besar | Argentina 2–2 Inggris (4–3 pen) | Michael Owen mencetak gol solo indah, namun David Beckham diusir keluar lapangan setelah menendang Diego Simeone. Inggris kalah adu penalti. |
| 2002 | Fase Grup | Inggris 1–0 Argentina | David Beckham menebus kesalahan masa lalunya lewat gol penalti di Sapporo yang menentukan kemenangan Inggris. |
Warisan Drama dan Rivalitas Panjang
Bagi suporter sepak bola, perseteruan Inggris dan Argentina selalu lebih dari sekadar urusan olahraga. Laga di perempat final 1986 di Meksiko menjadi puncak emosi, terjadi hanya empat tahun setelah konflik Falklands/Malvinas. Gol kontroversial Maradona yang melewati adangan Peter Shilton hingga kini masih menjadi perdebatan terpanas, meski kejeniusannya saat melewati lima pemain Inggris di gol kedua tetap diakui dunia.
Drama berlanjut pada edisi 1998 di Prancis, di mana David Beckham menjadi kambing hitam kegagalan Inggris akibat kartu merah konyolnya. Penebusan dosa Beckham baru terwujud empat tahun kemudian di Jepang, di mana selebrasi emosionalnya usai mencetak penalti ke gawang Argentina menjadi momen ikonik Piala Dunia.
Langkah Terakhir Menuju Final MetLife
Pemenang laga semifinal ini akan melaju ke babak final pada Minggu, 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, New York untuk menantang Spanyol yang telah lolos lebih dulu. Bagi Inggris, ini adalah kesempatan emas keluar dari bayang-bayang kejayaan 1966. Sementara bagi Argentina, ini adalah jalan untuk mempertahankan mahkota juara dunia mereka.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.