Permainan Inggris terasa monoton. Aliran bola sering terhenti atau hanya berputar di area tengah karena tidak ada penetrasi berarti dari sisi lapangan. Lawan pun dengan mudah membaca pola serangan Tuchel yang terlalu berpusat pada penetrasi tengah.
Tanpa keberanian pemain sayap untuk berduel satu lawan satu atau melakukan overlap yang cerdik, Inggris seperti menabrak tembok setiap kali mendekati kotak penalti lawan.
Ujian Sesungguhnya di Atlanta
Semifinal kontra Argentina bukan sekadar laga biasa. Ini adalah pertarungan adu taktik melawan juara bertahan yang dipimpin oleh Lionel Messi. Dominasi lini tengah Argentina diprediksi akan memaksa Inggris lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat melalui sisi lapangan. Di sinilah peran pemain sayap seharusnya menjadi penentu kemenangan.
Owen masih menyimpan harapan. Meski performa mereka melempem sejak fase grup, ia percaya satu momen jenius bisa mengubah segalanya. “Masih ada dua pertandingan tersisa. Tidak ada yang akan mengingat performa babak penyisihan grup jika salah satu dari mereka berhasil mencetak gol di final,” ungkap pria yang pernah memperkuat Liverpool dan Manchester United tersebut.
Kini, semua mata tertuju pada daftar susunan pemain yang akan dirilis Tuchel beberapa jam sebelum kick-off. Apakah ia akan tetap percaya pada nama-nama besar yang sedang buntu, atau justru berani melakukan spekulasi dengan memasukkan pemain yang lebih segar?
Keputusan itu akan menentukan apakah Inggris pulang dengan kepala tegak, atau kembali menelan pil pahit karena sektor sayap yang terus-menerus tidur di saat krusial.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.