Kamis, 16 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Flash Sale 7.7 Picu Lonjakan Kiriman Pos Indonesia Tembus 165 Ton per Hari

Flash Sale 7.7 Picu Lonjakan Kiriman Pos Indonesia Tembus 165 Ton per Hari
Foto: Breezy.Luik

BANDUNG — Momentum belanja daring flash sale 7.7 yang bertepatan dengan libur sekolah dan persiapan tahun ajaran baru memicu lonjakan drastis volume logistik di PT Pos Indonesia. Perusahaan mencatat volume pengiriman menembus angka 165 ton per hari, sebuah kenaikan signifikan yang menuntut kesiapan ekstra di seluruh jaringan distribusi nasional.

Lonjakan ini setara dengan kenaikan 37,5 persen dibandingkan aktivitas operasional pada hari biasa yang rata-rata berkisar di angka 120 ton per hari. Peningkatan volume barang tersebut terjadi secara merata, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap promo besar-besaran di berbagai platform e-commerce nasional selama periode 7.7.

Pemicu Lonjakan di Luar Ekspektasi

Operation General Manager Sentral Pengolahan Pos Jakarta, Galang Budi Mulyo, menyatakan bahwa tim operasional telah disiagakan penuh untuk mengantisipasi limpahan paket. Langkah ini krusial agar proses sortir hingga distribusi ke tangan pelanggan tetap berjalan optimal tanpa hambatan berarti.

Tidak hanya sekadar didorong oleh transaksi belanja digital, fenomena kali ini memiliki karakteristik unik. Galang menyoroti adanya mobilitas mahasiswa baru yang ikut menyumbang angka kiriman.

Menjelang dimulainya jadwal perkuliahan, terjadi lonjakan tajam pada rute pengiriman kendaraan roda dua dari dan menuju Jakarta, dengan rute terbanyak menuju wilayah Sumatera.

Kombinasi antara belanja daring dan arus perpindahan barang kebutuhan mahasiswa menciptakan beban operasional yang cukup tinggi.

Strategi Mitigasi Operasional

Untuk menghindari penumpukan paket atau backlog di gudang, PT Pos Indonesia melipatgandakan kapasitas pengolahan di titik-titik krusial. Perusahaan juga mengoptimalkan armada multimoda pada layanan last-mile demi menjaga kecepatan pengiriman. Langkah mitigasi ini menjadi kunci agar janji pengiriman tepat waktu tetap terpenuhi meskipun volume sedang memuncak.

Senior Vice President Retail Business PT Pos Indonesia, Helly Siti Halimah, menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan stimulus berupa potongan harga ongkos kirim hingga 10 persen pada periode 6 hingga 8 Juli. Promo ini mencakup layanan Pos Reguler, Pos Nextday, dan Pos Sameday yang dapat diakses melalui aplikasi PosAja! maupun loket fisik.

Efisiensi dalam manajemen logistik selama periode puncak ini menjadi tolok ukur bagi industri kurir di Indonesia. Keberhasilan PT Pos Indonesia dalam menampung lonjakan 165 ton per hari akan menentukan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Kini, fokus perusahaan beralih pada pemulihan kecepatan distribusi pasca-periode promosi agar operasional kembali stabil sesuai ritme normal.

Stabilitas jaringan logistik ini diprediksi akan terus diuji seiring dengan semakin agresifnya kampanye diskon di berbagai platform belanja daring pada sisa tahun 2026.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda