LONDON — Debut Haldiram’s di London langsung menarik perhatian besar. Toko pertama merek makanan India itu resmi dibuka di Leicester Square, dan antrean panjang terlihat sejak hari-hari awal pembukaan saat pelanggan berburu chole bhature, bhujia, hingga aneka manisan tradisional.
Video kerumunan di depan toko itu cepat menyebar di media sosial. Pemandangan barisan pengunjung yang memanjang di pusat kota London membuat pembukaan ini bukan sekadar urusan kuliner, tapi juga momen penting bagi ekspansi global merek yang lahir di India sejak 1937.
Haldiram's di London langsung ramai diburu
Antrean di Leicester Square menjadi cerita utama dari pembukaan gerai tersebut. Dalam unggahan Instagram yang ikut memperkuat viralnya video itu, seorang pengguna menulis, “POV: Haldiram’s first ever outlet in London and every Indian here had the same weekend plan.” Kalimat itu menggambarkan antusiasme pengunjung yang datang untuk mencicipi menu yang selama ini lebih dikenal di India.
Menu yang paling banyak diburu antara lain chole bhature, bhujia, dan sweets alias manisan. Responsnya cepat. Orang-orang yang melihat video pembukaan ramai-ramai menulis komentar bernada antusias, dari “Chole Bhature madness” hingga harapan agar gerai Haldiram’s bisa hadir di lebih banyak negara.
Di akun media sosialnya, Haldiram’s ikut merespons euforia itu dengan unggahan singkat yang berbunyi, “Delhi called. Leicester Square answered.” Ungkapan itu terasa pas dengan suasana pembukaan: jenaka, padat, dan langsung menempel di kepala warganet.
Kenapa pembukaan ini penting bagi Haldiram's
Langkah membuka gerai resmi pertama di Inggris menandai babak baru untuk Haldiram’s. Sebelumnya, produk merek ini memang sudah beredar di supermarket Inggris, dan perusahaan juga disebut telah memiliki fasilitas manufaktur luar negeri pertama di negara itu sejak 2016. Tapi toko ritel resmi di London memberi wajah yang berbeda.
Bagi merek makanan, toko fisik di lokasi sibuk seperti Leicester Square bukan cuma soal menjual produk. Ini soal membangun pengalaman. Orang datang, antre, melihat etalase, lalu memilih langsung. Ada nuansa nostalgia bagi diaspora India, dan ada juga rasa penasaran dari pembeli baru yang mungkin belum pernah mencicipi camilan khas Haldiram’s.
Kondisi itu menjelaskan kenapa gerai pertama sering jadi ujian penting. Kalau respons awal kuat, merek mendapat sinyal bahwa pasar siap menyerap ekspansi lanjutan. Jika sepi, rencana besar bisa tertahan. Kali ini, Haldiram’s justru mendapat sambutan yang jauh dari sepi.
Dampaknya terasa sampai ke pasar makanan India di Inggris
Ramainya pembukaan Haldiram’s di London juga memberi gambaran soal selera komunitas India di Inggris. Makanan yang akrab dari rumah bisa berubah jadi magnet sosial di ruang publik yang padat turis seperti Leicester Square. Efeknya bukan cuma pada penjualan hari pertama, tapi juga pada persepsi bahwa makanan India punya pasar yang solid di pusat kota global.
Untuk konsumen, kehadiran gerai resmi berarti akses yang lebih dekat ke produk yang selama ini mungkin hanya ditemui di rak supermarket. Untuk industri, ini bisa jadi sinyal bahwa merek makanan etnik punya ruang tumbuh lewat format ritel pengalaman, bukan hanya distribusi kemasan. Dan untuk kompetitor, antrean panjang itu jelas bukan kabar yang bisa diabaikan begitu saja.
Meski begitu, pembukaan ini juga memancing reaksi yang beragam. Ada yang memuji antusiasme pengunjung, tapi ada pula komentar sinis di media sosial. Beberapa pengguna menilai antrean itu terlalu heboh untuk satu toko makanan. Namun perdebatan semacam ini justru memperlebar jangkauan berita, karena nama Haldiram’s masuk ke obrolan publik yang lebih luas.
Haldiram’s sendiri punya bekal panjang sebelum sampai ke London. Didirikan pada 1937 oleh Ganga Bhishen Agarwal di Bikaner, Rajasthan, perusahaan ini tumbuh dari toko manisan kecil menjadi salah satu merek makanan India paling dikenal. Kini produknya menjangkau berbagai pasar dunia, dari camilan hingga ready-to-eat meals.
Dan London baru langkah awal. Jika sambutan seperti di Leicester Square terus berlanjut, gerai resmi ini bisa menjadi pintu masuk untuk ekspansi yang lebih lebar di Inggris. Antrean panjang di hari pembukaan sudah memberi satu pesan keras: rasa lama masih punya pasar baru.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.