JAKARTA — Sebagian besar sekolah di Inggris sudah memakai kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses belajar mengajar. Tapi hanya 2% yang punya strategi AI formal — dan itu masalah besar yang bisa berdampak langsung ke jutaan siswa.
Data ini datang dari riset terbaru yang dilakukan Accenture bersama lembaga pendidikan Teach First, dilaporkan TechRadar. Mereka menyurvei sekitar 200 sekolah menengah di Inggris, ditambah 30 wawancara mendalam dengan para pemimpin sekolah. Hasilnya gamblang: mayoritas sekolah berjalan pakai AI tanpa peta jalan yang jelas.
Bahkan kebijakan sederhana pun masih langka. Hanya 12% sekolah yang disurvei memiliki semacam kebijakan AI — bukan strategi komprehensif, sekadar kebijakan dasar. Selebihnya? Mereka bereksperimen sendiri-sendiri, tanpa panduan, tanpa berbagi temuan ke sesama sekolah.
Berjalan Tanpa Kompas
Bayangkan sebuah sekolah yang membeli peralatan lab baru, lalu membiarkan guru-gurunya pakai sesuka hati tanpa prosedur keamanan atau panduan penggunaan. Kira-kira begitulah kondisi AI di sebagian besar sekolah Inggris saat ini.
Matt Prebble, Head of Accenture UK&I, menyebut ini sebagai tantangan kepemimpinan yang nyata. “Banyak pemimpin sekolah yang menavigasi perubahan ini tanpa panduan yang jelas atau kepercayaan diri untuk menerapkan teknologi secara efektif,” katanya.
Ketiadaan strategi bukan berarti AI tak dipakai. Guru-guru sudah menggunakannya untuk menyusun rencana pelajaran, membuat soal latihan, hingga merancang pertanyaan ujian tiruan. Ini bukan eksperimen kecil — ini sudah jadi bagian dari keseharian kelas. Tapi tanpa kerangka formal, tidak ada standar, tidak ada perlindungan, dan tidak ada cara untuk belajar dari pengalaman sekolah lain.
Kesenjangan ini makin mencolok kalau dibandingkan dengan sektor bisnis. Data Gartner menunjukkan 27% pemimpin senior di level C-suite sudah punya strategi AI yang komprehensif. Sekolah-sekolah Inggris tertinggal jauh — padahal mereka justru menangani populasi yang paling rentan: anak-anak.
Tiga Kekhawatiran Utama Kepala Sekolah
Para pemimpin sekolah yang diwawancarai Accenture bukannya tak menyadari potensi AI. Mereka percaya teknologi ini bisa mengubah pendidikan secara signifikan. Tapi ada tiga hal yang terus menghantui pikiran mereka.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.