Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Hanya 2% Sekolah di Inggris Punya Strategi AI Formal

Hanya 2% Sekolah di Inggris Punya Strategi AI Formal
Riset Accenture & Teach First: hanya 2% sekolah di Inggris punya strategi AI formal, meski mayoritas sudah pakai AI. (Ilustrasi: AI)

Soalnya, kalau strategi AI hanya berkembang di sekolah-sekolah kaya atau di kota besar, kesenjangan yang ada justru akan melebar. Siswa dari keluarga kurang mampu atau daerah terpencil bisa ketinggalan manfaat yang seharusnya bisa mereka nikmati juga.

Lima Langkah yang Direkomendasikan

Accenture dan Teach First tidak sekadar memotret masalah. Mereka menyusun lima prioritas konkret untuk sekolah yang ingin bergerak maju dengan AI secara bertanggung jawab.

Kepala sekolah dan pemimpin harus terlibat langsung dan terlihat dalam penggunaan AI — bukan hanya mendelegasikan ke staf IT. Kebijakan harus mendefinisikan dengan jelas tujuan dan batasan penggunaan AI. Sekolah sebaiknya memulai dari pilot kecil di area yang paling jelas manfaatnya sebelum memperluas jangkauan. Guru perlu diberi ruang dan izin eksplisit untuk bereksperimen. Dan pembelajaran bersama antar-sekolah harus melengkapi pelatihan formal — bukan menggantikannya.

“Membangun kapabilitas kepemimpinan dan memberikan dukungan praktis untuk mengadopsi AI secara bertanggung jawab akan sangat kritis untuk memastikan manfaatnya dirasakan secara konsisten dan merata di seluruh sistem pendidikan,” kata Prebble.

Kondisi ini relevan juga untuk Indonesia, di mana penggunaan AI di ruang kelas mulai tumbuh tetapi regulasi dan panduan resmi dari pemerintah masih sangat terbatas. Pelajaran dari Inggris jelas: teknologi bergerak lebih cepat dari kebijakan, dan celah itulah yang paling berbahaya.


Ringkasan 3 Poin:

  • Hanya 2% dari sekitar 200 sekolah menengah di Inggris yang disurvei Accenture dan Teach First memiliki strategi AI formal, meski mayoritas sudah menggunakan AI dalam keseharian.
  • Hambatan utama mencakup kekhawatiran soal plagiarisme, keamanan data siswa, bias algoritmik, dan rendahnya kepercayaan diri staf — 63% sekolah menyebut hal terakhir ini sebagai tantangan terbesar.
  • Tanpa strategi yang merata, kesenjangan akses AI antara London (29% pemakaian harian) dan daerah lain di Inggris (12%) bisa memperparah ketimpangan pendidikan.

FAQ Singkat:

Apakah sekolah-sekolah di Inggris sudah pakai AI? Ya, sudah — untuk menyusun rencana pelajaran, membuat soal latihan, dan tugas administratif. Tapi tanpa strategi formal, penggunaannya tidak terstandar.

Kenapa strategi AI penting untuk sekolah? Tanpa strategi, tidak ada perlindungan untuk siswa, tidak ada standar kualitas, dan tidak ada cara untuk berbagi pembelajaran antar-sekolah. Risikonya bisa langsung dirasakan oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Apa yang bisa dilakukan sekolah sekarang? Mulai dari kebijakan dasar yang jelas, libatkan kepala sekolah secara langsung, dan mulai pilot kecil sebelum memperluas penggunaan AI ke seluruh sekolah.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda