Safi diketahui berasal dari Afghanistan. Ia masuk ke Inggris dengan truk pada 2020 dan mendapat suaka pada 2022. Dalam persidangan, terungkap ia sempat berbohong soal usianya ketika tiba di Inggris. Ia juga pernah mengatakan kepada psikiater bahwa ayahnya dibunuh Taliban dalam sengketa tanah ketika ia berusia 10 tahun. Jaksa menilai cerita itu tidak benar.
Pengadilan menempatkan latar belakang itu sebagai bagian dari upaya memahami kondisi mental Safi, bukan pembenaran atas serangan. Di banyak kasus kriminal di Inggris, pembuktian gangguan mental bisa mengubah arah dakwaan dari pembunuhan menjadi manslaughter, selama hakim atau juri menerima bahwa kapasitas berpikir terdakwa memang terganggu berat saat peristiwa terjadi.
Dampaknya buat proses hukum dan penanganan kesehatan mental
Kasus Safi menunjukkan betapa tipis batas antara kejahatan kekerasan dan persoalan kesehatan mental yang tidak tertangani. Bagi keluarga korban, perdebatan soal tanggung jawab berkurang sering terasa jauh dari rasa kehilangan. Keluarga Broadhurst bahkan disebut menginginkan Safi dihukum atas pembunuhan, bukan manslaughter.
Di sisi lain, putusan ini menegaskan bahwa pengadilan Inggris tetap membedakan niat kriminal murni dan tindakan dalam kondisi psikotik berat. Di sistem hukum seperti ini, bukti medis bisa mengubah jenis dakwaan, lama hukuman, dan tempat penahanan—apakah di penjara biasa atau fasilitas kesehatan jiwa yang aman.
Relevansinya besar. Banyak negara, termasuk Indonesia, masih berhadapan dengan persoalan serupa: bagaimana memastikan pelaku kekerasan yang mengalami gangguan jiwa tetap diproses secara adil, tanpa mengabaikan keselamatan publik.
Kasus seperti Safi memperlihatkan bahwa penanganan dini, asesmen medis yang akurat, dan pengawasan setelah diagnosis bukan sekadar urusan rumah sakit. Itu juga urusan keamanan warga di jalan, di rumah, dan di lingkungan terdekat.
Laidlaw menyebut Safi mengalami delusi dan paranoia yang berat pada saat kejadian. “Dia mendengar suara, dipenuhi kecurigaan, dan percaya keluarga serta orang-orang di sekitarnya mengendalikannya,” ujar Laidlaw di hadapan juri, sebelum pengadilan melanjutkan pertimbangan untuk tuduhan terhadap remaja 14 tahun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.