Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Mary Jo Campbell Meninggal di Usia 91, Kris Jenner Berduka

Mary Jo Campbell Meninggal di Usia 91, Kris Jenner Berduka
Foto: BBC World

NEW YORK — Mary Jo Campbell, ibu dari Kris Jenner dan sosok yang akrab dikenal keluarga Kardashian-Jenner sebagai MJ, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kris Jenner mengumumkan kabar itu pada Kamis waktu setempat lewat media sosial, setelah keluarganya berpamitan kepada perempuan yang lama tampil dalam berbagai program reality show mereka.

Dalam unggahannya, Jenner menulis, “Today, we said goodbye to my beautiful Mommy MJ.” Tidak ada penyebab kematian yang langsung diumumkan. Campbell, yang juga dikenal sebagai MJ Shannon, wafat pada 26 Juli, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-92.

Mary Jo Campbell dan jejaknya di keluarga Kardashian-Jenner

Mary Jo Campbell bukan sekadar nama di balik garis keluarga terkenal itu. Sejak Keeping Up with the Kardashians tayang perdana pada 2007, ia beberapa kali muncul di depan kamera dan ikut mewarnai perjalanan keluarga yang menjadikan kehidupan sehari-hari mereka tontonan global.

Kehadirannya berlanjut di The Kardashians, serial terbaru keluarga itu di Hulu. Di layar, MJ kerap tampil sebagai nenek buyut yang tajam lidah, santai, dan tidak ragu melontarkan komentar singkat yang membuat penonton ingat. Di luar itu, keluarganya menggambarkannya sebagai figur yang memberi contoh lewat sikap, bukan ceramah panjang.

Kris Jenner menulis bahwa ibunya mengajarkan keluarga bahwa hidup berpusat pada orang-orang terdekat. “She taught us that family is everything,” tulis Jenner. Ia juga menambahkan bahwa sang ibu menunjukkan cara mencintai tanpa syarat, menikmati momen kecil, dan menghadapi tantangan hidup dengan keteguhan serta iman.

Campbell memiliki dua anak, Kris Jenner dan Karen Houghton. Karen Houghton meninggal akibat serangan jantung pada Maret 2024 dalam usia 65 tahun. Bagi keluarga besar Kardashian-Jenner, MJ menjadi salah satu figur lintas generasi yang menyatukan banyak momen penting keluarga di depan publik maupun di balik layar.

Kenapa kabar ini terasa besar bagi penggemar

Bagi penggemar acara keluarga Kardashian-Jenner, kepergian Mary Jo Campbell bukan cuma kabar duka biasa. Ia adalah salah satu sosok yang membuat narasi keluarga ini terasa lebih manusiawi. Saat perhatian publik sering tertuju pada bisnis, gaya hidup mewah, dan drama kamera, MJ justru hadir sebagai pengingat bahwa fondasi cerita mereka tetap keluarga.

Itu sebabnya kabar ini terasa menyentuh. Penonton yang mengikuti mereka sejak Keeping Up with the Kardashians tahu bahwa MJ sering muncul pada momen yang lebih hangat: ulang tahun, obrolan ringan, atau komentar pedas yang lucu. Sosok seperti ini membangun kedekatan emosional. Ketika ia pergi, ada satu lapisan nostalgia yang ikut hilang dari sejarah panjang keluarga televisi itu.

Di level industri hiburan, kematian MJ juga menutup satu bab penting dari perjalanan reality TV keluarga paling terkenal di Amerika. Serial mereka tak hanya menjual sensasi, tapi juga kontinuitas. Penonton tumbuh bersama para anggota keluarga, lalu ikut menyaksikan anak, cucu, hingga buyut mereka hadir di layar. Kehadiran Mary Jo Campbell selama bertahun-tahun ikut menjaga kesinambungan itu.

Reaksi keluarga pun menunjukkan besarnya pengaruh MJ di rumah mereka. Kris Jenner menulis bahwa setiap anggota keluarga membawa “pieces of you in all of us”. Kim Kardashian menyebut neneknya sebagai “my best friend” dan “gossip buddy”, sekaligus sosok yang mengajarinya arti kerja keras, percaya diri, dan etos kerja.

Warisan yang ia tinggalkan di layar dan di rumah

Mary Jo Campbell lahir pada 1934 dan sempat dirayakan saat genap 90 tahun dalam episode The Kardashians di Hulu. Pesta itu digelar di sebuah hotel di San Diego, California, dengan dekorasi bunga yang memenuhi ruangan. Pada momen lain, keluarga juga mengadakan perayaan ulang tahun ke-91 bertema taman.

Di episode ulang tahun ke-90 itu, MJ menyebut pencapaian terbesar dalam hidupnya adalah memiliki dua putri. “How wonderful life is when you’re in my world… that’s all of you,” ujarnya saat itu. Kris Jenner bahkan sempat menangis ketika membayangkan kehilangan sang ibu, lalu menyebutnya sebagai sahabat terbaiknya. MJ menjawab bahwa ia tidak akan ke mana-mana.

Penggemar juga mengenal MJ lewat kalimat-kalimat singkat yang cerdas dan sikapnya yang tak gentar saat bercerita soal perjuangan melawan kanker, yang ia sebut telah ia menangkan dua kali. Keluarga Kardashian-Jenner berkali-kali menyinggung bahwa keberanian itu memberi pengaruh besar pada mereka.

Kim Kardashian menambahkan, MJ adalah perempuan yang pertama kali memberinya pekerjaan di toko ritel San Diego milik keluarga. Dari sana, Kim mengaku belajar tentang disiplin kerja, kekuatan, dan rasa percaya diri yang lalu terbawa ketika ia membangun bisnisnya sendiri, termasuk Skims.

Kakaknya, Kourtney dan Khloe Kardashian, juga memulai jejak bisnis dari toko pakaian Dash di Calabasas, California selatan.

Mary Jo Campbell mungkin lebih dikenal publik sebagai ibu Kris Jenner, tapi di mata keluarganya ia adalah pusat cerita yang lebih tua dari ketenaran. Keluarga itu kini kehilangan salah satu figur yang paling lama menyaksikan naik turunnya mereka, dari toko kecil di Calabasas sampai kerajaan hiburan dan bisnis yang bertahan sampai sekarang.

Dalam unggahan penutupnya, Kris Jenner menulis bahwa hidupnya dibentuk oleh ibunya. “If I have done anything right in this world, it’s because I spent my life trying to live in a way that would make you proud,” tulisnya. Itu menjadi pesan terakhir yang paling keras terdengar dari kabar duka ini.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda