Masalah lain datang dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang belum mengikuti kondisi terbaru keluarga. Data lama yang masih memuat kondisi 2023, misalnya, bisa membuat keluarga yang sudah berubah status tetap terbaca sesuai catatan lama.
Karena itu, pembaruan data di tingkat desa dan kelurahan menjadi tahap yang tidak bisa dilewati. Operator SIKS-NG memegang peran penting untuk memasukkan perubahan, sementara pengusulan juga bisa dilakukan lewat menu Usulan di aplikasi Cek Bansos.
Rekening bantuan tidak aktif
Untuk penyaluran lewat bank Himbara, rekening yang tidak aktif atau salah data membuat pencairan gagal. Ini sering terjadi pada rekening BRI, BNI, Mandiri, atau BTN yang belum diaktivasi ulang atau tidak cocok dengan identitas penerima.
Warga perlu mendatangi bank penyalur dengan membawa KTP dan buku tabungan. Bila nomor rekening bermasalah, petugas bank biasanya akan mengecek ulang status rekening sebelum dana bantuan diproses kembali.
Cara cek status bansos PKH dan BPNT
Warga bisa mengecek status lewat laman resmi Kementerian Sosial di https://cekbansos.kemensos.go.id. Setelah itu, pilih provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa, lalu masukkan NIK sesuai KTP.
Jika data cocok, sistem akan menampilkan status apakah nama masuk daftar atau tidak tercatat di DTKS. Bila belum muncul, proses pembaruan data di Dukcapil, kelurahan, atau operator SIKS-NG perlu diselesaikan lebih dulu agar pengajuan berikutnya tidak kembali tertahan.
Di lapangan, masalah seperti ini paling sering membuat warga bolak-balik ke kantor desa, kelurahan, dan bank penyalur. Bagi keluarga yang menggantungkan kebutuhan harian dari bantuan sosial, satu data yang belum sinkron bisa berarti keterlambatan beras, uang tunai, dan belanja pokok untuk sebulan penuh.
Data resmi dan mekanisme pengecekan tetap mengacu pada kanal Kemensos. Jalur pengajuan gratis, dan warga diminta berhati-hati terhadap pihak yang meminta biaya untuk mempercepat pencairan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.