Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Vaksin RSV di NSW Turunkan Rawat Inap Bayi hingga 40%

Vaksin RSV di NSW menekan rawat inap bayi
Program vaksin RSV di New South Wales menurunkan rawat inap bayi dan mengurangi beban rumah sakit menjelang puncak musim dingin. (Ilustrasi: AI)

SYDNEY — vaksin RSV di New South Wales memangkas rawat inap bayi hingga hampir separuh dan menurunkan dampak infeksi pada bayi di bawah enam bulan sekitar 40 persen, menurut studi yang dimuat di Medical Journal of Australia dan dikutip otoritas kesehatan setempat.

Program ini diluncurkan pada 2024 untuk bayi berisiko tinggi, lalu diperluas pada 2025 dengan vaksinasi bagi ibu hamil. NSW Health menyebut capaian itu sebagai hasil yang “fantastic” menjelang puncak musim dingin, saat kasus infeksi saluran napas biasanya ikut naik.

Program vaksin RSV menyasar ibu hamil dan bayi rentan

Respiratory syncytial virus atau RSV dikenal sebagai salah satu penyebab utama sakit berat pada bayi. Pada sebagian kasus, infeksi ini berujung pada perawatan intensif, rawat inap berminggu-minggu, bahkan kematian.

Kerryn Coleman, executive director of health protection NSW Health, mengatakan program imunisasi itu memang dirancang untuk melindungi kelompok paling rentan sejak awal. “What that has shown is a fantastic reduction in illness and hospitalisations for our young babies,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perlindungan paling besar justru datang dari vaksinasi yang menjangkau ibu hamil. Menurut Coleman, program ini sudah mencapai cakupan lebih dari 60 persen pada ibu, angka yang ia sebut luar biasa untuk program yang masih tergolong baru.

“Program ini telah mencapai lebih dari 60 persen cakupan pada para ibu dan menghasilkan penurunan 40 persen secara menyeluruh pada dampak RSV bagi bayi kami,” kata Coleman. Pernyataan itu sejalan dengan temuan studi yang menunjukkan penurunan signifikan pada notifikasi dan hospitalisasi bayi di bawah enam bulan.

Kenapa hasil ini penting bagi rumah sakit dan keluarga

Di lapangan, penurunan itu berarti lebih sedikit bayi yang masuk ruang perawatan intensif dan lebih kecil tekanan pada rumah sakit anak. Di musim dingin, angka kecil di atas kertas bisa berubah menjadi selisih besar di bangsal pediatrik. Satu tempat tidur kosong saja punya arti.

Bagi keluarga, manfaatnya jauh lebih konkret. Orang tua yang biasanya harus mondar-mandir ke rumah sakit karena bayi sesak napas atau demam tinggi kini punya peluang lebih besar untuk menghindari skenario itu sejak awal. Program ini juga memberi ruang bagi tenaga kesehatan untuk fokus pada kasus lain yang sama-sama mendesak.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda