JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga BBM Pertamina untuk nonsubsidi resmi disesuaikan per 10 Juni 2026 dan masih berlaku pada Juli 2026. Di wilayah DKI Jakarta, Pertamax RON 92 kini dipatok Rp16.250 per liter, naik Rp3.950 dari periode sebelumnya.
Kenaikan ini langsung terasa di kantong pengguna kendaraan pribadi, terutama pengendara harian yang rutin mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap berada di level lama, sehingga beban masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tidak ikut berubah.
Daftar harga BBM Pertamina Juli 2026 di DKI Jakarta
Untuk wilayah DKI Jakarta, Pertamina Patra Niaga mencatat sejumlah harga BBM nonsubsidi masih bergerak mengikuti evaluasi berkala. Perbedaan harga antardaerah tetap mungkin terjadi karena faktor pajak bahan bakar kendaraan bermotor daerah atau PBBKB.
| Jenis BBM | Harga per liter | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertamax RON 92 | Rp16.250 | Naik Rp3.950 |
| Pertamax Green 95 | Rp17.000 | Naik Rp4.100 |
| Pertamax Turbo RON 98 | Rp20.750 | Tetap |
| Dexlite | Rp23.000 | Tetap |
| Pertamina DEX | Rp24.800 | Tetap |
| Pertalite RON 90 | Rp10.000 | Tetap subsidi |
| Solar subsidi | Rp6.800 | Tetap subsidi |
Di Pertashop, harga Pertamax tercatat sedikit lebih rendah, yakni Rp16.150 per liter. Selisih tipis ini biasanya muncul karena skema distribusi dan biaya operasional yang berbeda dari SPBU biasa.
Kenapa harga BBM Pertamina berubah
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi bukan hal baru. Pertamina Patra Niaga rutin mengevaluasi harga mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Dua faktor ini jadi penentu utama biaya impor dan distribusi energi di dalam negeri.
Ketika harga minyak global bergerak naik, harga jual BBM nonsubsidi di dalam negeri ikut terdorong. Rupiah yang melemah juga menambah tekanan karena pembelian minyak dan produk turunannya banyak memakai mata uang dolar AS. Di titik ini, perusahaan menahan sebagian kenaikan pada beberapa produk, tapi sebagian lainnya tetap harus disesuaikan.
Bagi pengguna kendaraan, perubahan ini berarti biaya operasional harian ikut naik. Pengemudi ojek daring, kurir, pelaku usaha kecil dengan armada motor, sampai pemilik mobil keluarga akan merasakan dampak berbeda tergantung jenis BBM yang dipakai. Kenaikan Rp3.950 per liter pada Pertamax bukan angka kecil jika konsumsi bulanan mencapai puluhan liter.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.