Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Benarkah Ini Final Terakhir Messi di Piala Dunia 2026? 3 Alasannya

Final Terakhir Messi di Piala Dunia 2026
Benarkah Ini Final Terakhir Messi di Piala Dunia 2026? 3 Alasannya. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saat Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026, satu pertanyaan langsung muncul: apakah itu akan jadi panggung terakhir Lionel Messi di ajang terbesar sepak bola dunia. Di usia 39 tahun pada 2026, peluang Messi tampil lagi pada Piala Dunia 2030 memang ikut jadi bahan hitung-hitungan yang tak sederhana.

Garis waktunya jelas. Messi lahir pada 1987, dan pada 2030 usianya akan 43 tahun. Dari situ saja, bayangan melihat La Pulga kembali mengenakan seragam Argentina di turnamen itu sudah terasa berat, meski bukan mustahil dalam sepak bola selalu ada ruang untuk kejutan.

Lionel Messi dan hitung-hitungan usia

Usia menjadi faktor pertama yang paling mencolok. Pada Piala Dunia 2026, Messi sudah berada di fase karier yang sangat matang. Empat tahun setelah itu, beban fisik, pemulihan, dan konsistensi permainan akan semakin menantang jika ia masih ingin bersaing di level tertinggi.

Draf sumber menyebut belum ada pemain outfield yang tampil di usia 43 tahun di Piala Dunia. Karena itu, Piala Dunia 2030 lebih masuk akal dibaca sebagai batas alami, bukan target rutin. Untuk pemain sekelas Messi, setiap tambahan tahun di level internasional selalu berarti menjaga tubuh, menit bermain, dan ritme kompetisi dengan sangat ketat.

Sinyal dari Messi dan Scaloni

Arah pembicaraan soal masa depan Messi di timnas juga tidak datang dari spekulasi kosong. Pelatih Lionel Scaloni pernah memberi sinyal agar publik menikmati setiap menit Messi di Piala Dunia. Messi sendiri juga pernah menyampaikan setelah juara 2022 bahwa dirinya tidak akan bermain di Piala Dunia berikutnya.

Meski pernyataan semacam itu kadang berubah seiring situasi, dua sinyal tersebut tetap penting. Keduanya memperlihatkan bahwa kemungkinan Messi menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 sudah lama masuk dalam pembicaraan internal Argentina, bukan baru muncul sekarang.

Beban fisik, klub, dan prioritas karier

Messi juga masih harus membagi tenaga antara MLS dan timnas. Jadwal yang padat membuat tiap keputusan soal tampil atau tidak di turnamen besar semakin sensitif. Di titik ini, prioritas karier seorang pemain berusia kepala empat biasanya bergeser: menjaga kebugaran, memilih momen penting, lalu menghindari risiko cedera panjang.

Bagi Messi, fokus itu bisa makin tajam jika ia masih mengejar target Ballon d’Or ke-9 dan membantu Inter Miami meraih prestasi. Kombinasi antara ambisi klub dan tuntutan tim nasional membuat Piala Dunia 2030 terasa makin jauh. Bukan karena kemampuan teknisnya habis, melainkan karena tubuh dan waktu tidak lagi memberi banyak kelonggaran.

Dampak untuk Argentina dan para penggemar

Di sini letak so what-nya. Jika Argentina juara pada 2026, Messi akan menutup babak timnas dengan status dua kali juara dunia, sebuah penutup yang sangat kuat untuk karier internasionalnya. Tapi kalau gagal, pertanyaan tentang “satu lagi” akan terus mengikuti setiap penampilannya sampai benar-benar pensiun.

Itulah yang membuat final 2026 terasa lebih besar dari sekadar pertandingan. Buat Argentina, ini bisa jadi momen transisi dari era Messi. Buat sepak bola dunia, ini mungkin salah satu akhir dari kisah paling panjang yang pernah dibangun seorang pemain di panggung Piala Dunia. Dan kalau 2030 tetap menunggu, beban pembuktiannya akan makin berat.

Yang pasti, perdebatan soal Lionel Messi di Piala Dunia 2030 belum akan selesai cepat. Selama Messi masih bermain, setiap laga besar yang ia jalani akan dibaca sebagai petunjuk kecil menuju jawaban akhir.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda