Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Presiden Pimpin Panen Raya: TNI Hadir Perkuat Kemandirian Pangan

Panen raya tebu di lahan TNI dengan mesin pemanen dan pekerja, simbol keterlibatan TNI dalam program kemandirian pangan nasio
Presiden Prabowo memimpin panen raya serentak bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Operasi panen melibatkan tebu, padi, dan kedelai sebagai bagian dari program swasembada pangan 2026. (Ilustrasi: AI)

Kedelai dan Padi: Kontribusi Lebih Kecil, Target Ekspansi Besar

TNI Angkatan Laut menangani sektor kedelai dengan mendampingi lahan seluas 2.432 hektare yang menghasilkan 3.676 ton. Kontribusi itu 0,35 persen dari target produksi kedelai nasional 2026—angka kecil, tapi Panglima mengindikasikan ekspansi agresif.

“Kami telah membuka lahan baru di aset TNI AL dan lahan binaan Kodaeral seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah dengan estimasi 5.287 ton tambahan,” kata Agus. Strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor kedelai, masalah kronis Indonesia yang menekan harga dan pasokan.

Untuk padi, TNI Angkatan Darat memikul beban terberat—komoditas paling strategis untuk stabilitas harga dan ketersediaan pangan pokok. Data spesifik produksi padi dari kedua sumber belum rinci, namun keterlibatan AD menunjukkan prioritas tertinggi Pemerintah dalam program ini.

Pertahanan Terbaik Adalah Rakyat Sejahtera

Prabowo menghubungkan keamanan nasional dengan ketahanan ekonomi rakyat. “Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Itulah mengapa TNI dan Polri harus berada di tengah-tengah rakyat,” ujarnya.

Framing ini mengubah narasi tradisional TNI sebagai institusi eksklusif pertahanan militer menjadi lembaga pembangunan multisektor. Namun, strategi itu juga menunjukkan keyakinan pemerintah bahwa stabilitas pangan—dan oleh karena itu kesejahteraan petani—adalah fondasi keamanan negara yang sesungguhnya.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi langsung kepada petani dan nelayan. “Kalian adalah pahlawan sesungguhnya karena menghasilkan pangan bagi seluruh bangsa,” ujarnya. Pesan tersebut sekaligus isyarat bahwa pemerintah menyadari kontribusi sektor pertanian dan perlu ditingkatkan status ekonominya.

Program Didukung Penuh TNI dan Kementerian

Prabowo menjanjikan dukungan pemerintah bagi masyarakat yang ingin bertani. “TNI akan menyiapkan lahannya. Menteri Pertanian juga akan menyiapkan lahannya,” katanya. Janji ini mengindikasikan alokasi sumber daya dari TNI dan kementerian terkait secara bersamaan untuk mendorong partisipasi warga dalam program swasembada.

Dengan angka tebu mencapai 45 persen target nasional dan rencana ekspansi kedelai yang terstruktur, program panen raya bersama TNI menunjukkan hasil awal yang konkret. Namun, kecukupan target padi—komoditas paling penting untuk stabilitas harga beras—masih menjadi pertanyaan terbuka yang akan menentukan kesuksesan swasembada pangan 2026.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda