Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Rory McIlroy Masih Menjaga Peluang di Open Championship

Rory McIlroy saat Open Championship di lapangan links
Rory McIlroy masih bersaing di Open Championship meski putting-nya belum stabil. (Ilustrasi: AI)

Rory McIlroy masih menjaga peluang di Open Championship setelah menampilkan pukulan driver yang luar biasa pada putaran kedua di Birkdale, Jumat, 2026, meski permainan putting-nya belum stabil. Pegolf nomor dua dunia itu menutup hari dengan satu under dan masih punya jarak untuk dikejar saat memasuki moving day.

Di hole par-4 sepanjang 414 yard, McIlroy mengambil risiko yang jarang gagal menarik perhatian. Pukulan driver-nya meluncur 403 yard, mendarat di green, lalu berhenti sekitar 11 feet dari lubang. Sederhana dalam bentuk, luar biasa dalam hasil. Penonton pun bereaksi keras ketika bola itu mendarat nyaris sempurna.

Driver McIlroy masih jadi senjata utama

Pukulan dari tee memang jadi pembeda McIlroy sepanjang hari. Dalam liputan The Guardian, suara kontak driver McIlroy disebut berbeda dari pegolf lain; tegas, panjang, dan terasa jauh lebih meyakinkan. Di Birkdale, senjata itu kembali bekerja. Bukan sekali, bukan dua kali. Saat peluang muncul, McIlroy memilih menyerang.

Ia bahkan mengaku rencana awalnya bukan langsung mengejar green. “Honestly, my gameplan was to hit it to the top of the hill and hit a wedge on and go from there,” kata McIlroy. Tapi kondisi lapangan dan momentum membuatnya mengambil keputusan lain. “Sometimes opportunities present themselves and you have to take them,” ujarnya.

Keberanian seperti ini penting di major championship. Pada fase akhir turnamen, satu pukulan agresif bisa mengubah posisi di papan klasemen. Satu momen bisa menghidupkan harapan yang sempat tampak menjauh. McIlroy paham itu. Ia juga tahu jarak poin dan performa pemain-pemain di atasnya belum benar-benar menutup pintu.

Putting masih jadi pekerjaan rumah

Kalau driver-nya meledak, green justru memberi cerita berbeda. McIlroy sempat berada di peringkat 155 dari 156 pemain dalam strokes gained putting pada hari pertama, dan kehilangan tiga pukulan dibanding lapangan. Pada hari kedua, ia tampil sedikit lebih baik, tetapi rasa nyaman itu belum muncul sepenuhnya.

Sebelum putaran kedua, McIlroy meminta bantuan spesialis putting Brad Faxon. Namun hasilnya belum langsung terlihat mulus. “I’m still trying to figure out these greens a little bit,” kata McIlroy. Ia menambahkan bahwa beberapa putt yang terasa tepat justru bergerak berbeda dari pembacaannya. Situasi seperti itu, menurut dia, cukup mengganggu karena sulit membuat keputusan penuh keyakinan.

Itu sebabnya Birkdale belum sepenuhnya jinak untuknya. Pin position yang sulit dan kontur green yang aneh membuat kesalahan kecil terasa mahal. McIlroy menyebut beberapa posisi bendera sangat tricky. Jika kondisi itu berlanjut, jarak 11 feet atau 15 feet bukan lagi peluang rutin, melainkan ujian ketenangan.

Peluang masih ada saat moving day tiba

Meski tertinggal, McIlroy belum menutup peluang juara. Ia berkata target utamanya adalah bertahan sampai akhir pekan, dan itu sudah tercapai. Sekarang, hitung-hitungan bergeser ke hari ketiga.

Ia menilai beberapa pemimpin klasemen belum terbiasa bermain dalam tekanan puncak di major championship pada akhir pekan. Nama-nama seperti Cam Young dan Sam Burns memang berada di depan, tapi McIlroy melihat ruang untuk mengejar.

“If I can get off to a decent start tomorrow, be four or five under for the tournament, I’ll be right in it,” katanya. Kalimat itu penting. McIlroy tidak berbicara soal keajaiban, melainkan soal start yang bersih dan putaran yang agresif. Dalam golf major, perbedaan kecil di awal hari bisa mematahkan atau membangun momentum.

Soalnya, Open Championship di lapangan links seperti Birkdale selalu punya unsur acak. Pantulan bola, arah angin, hingga posisi bola di rough bisa mengubah nasib satu hole. McIlroy sendiri merasakan itu lewat beberapa putt yang tak bergerak sesuai pembacaan dan sejumlah pin yang menyulitkan. Bagi para pesaingnya, kondisi seperti ini berarti satu hal: tak ada ruang untuk lengah.

Matt Fitzpatrick, playing partner McIlroy, justru pulang dengan rasa frustrasi setelah gagal lolos cut di angka empat over. Ia mengaku tiga pukulan yang ia rasakan sudah sesuai rencana tetap berakhir buruk karena bounces dan lies yang tak bersahabat. Cerita itu memperkuat gambaran bahwa Birkdale sedang menguji semua orang, bukan cuma McIlroy.

Di tengah situasi seperti ini, driver McIlroy tetap memberi alasan untuk percaya. Jika putting ikut menemukan ritmenya, papan klasemen di Open Championship masih bisa bergerak cepat. Dan di turnamen sebesar ini, satu putaran panas pada Sabtu sering kali cukup untuk mengubah cerita seluruh pekan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda