Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

5 Saham Teknologi RI Paling Aman Dari Koreksi AI 2026

Saham Teknologi RI
5 Saham Teknologi RI Paling Aman Dari Koreksi AI 2026. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saham teknologi Indonesia mendapat sorotan setelah Nasdaq terkoreksi karena pasar cemas belanja AI senilai US$725 miliar belum cepat kembali modal. Di Wall Street, saham-saham teknologi tertekan. Di Bursa Efek Indonesia, ceritanya tidak selalu sama.

Perbedaan itu penting. Emiten teknologi di Indonesia masih punya ruang tumbuh dari data center, distribusi perangkat, jaringan internet, dan kebutuhan trafik data yang terus naik. Tekanan dari saham teknologi Amerika Serikat memang bisa merembet ke sentimen pasar, tapi beberapa emiten lokal dinilai lebih defensif karena model bisnisnya tidak sepenuhnya bergantung pada valuasi software atau belanja raksasa AI global.

Kenapa saham teknologi Indonesia beda nasib

Nasdaq melemah setelah pasar menimbang ulang biaya besar untuk infrastruktur AI. Belanja server, chip, listrik, dan pendingin yang membengkak membuat investor khawatir margin laba perusahaan teknologi besar tergerus. Itu menekan saham-saham yang harganya sudah mahal.

Di Indonesia, fondasinya berbeda. Valuasi banyak emiten teknologi masih relatif lebih murah dibandingkan saham serupa di Amerika Serikat. Lalu, pertumbuhan data center di Tanah Air masih baru masuk fase ekspansi. Permintaan dari perusahaan, lembaga keuangan, BUMN, dan sektor swasta justru terus naik seiring kebutuhan komputasi awan dan layanan berbasis AI.

5 saham teknologi Indonesia yang dinilai paling defensif

Dalam draf awal, lima nama yang disebut paling aman menghadapi guncangan AI global adalah DNET, MTDL, EXCL, DCII, dan WIFI. Masing-masing punya karakter bisnis berbeda, tapi sama-sama memiliki penyangga yang lebih kuat dibanding emiten yang hanya mengandalkan satu produk digital.

Kode Bisnis Utama Alasan Defensif
DNET Data center Diuntungkan dari kebutuhan sewa server dan cloud untuk AI
MTDL Distribusi IT Punya lini usaha beragam, termasuk perangkat keras dan layanan TI
EXCL Telco dan data center Traffic data naik saat konsumsi internet tumbuh
DCII Data center premium Kapasitas tinggi dan kebutuhan pendinginan yang relevan untuk AI
WIFI Internet fixed broadband Didorong kebutuhan koneksi cepat dan proyek perluasan jaringan
Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda