JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saham teknologi AS kembali tertekan setelah Nasdaq turun 1,5 persen dan S&P 500 melemah 0,5 persen di tengah kekhawatiran investor atas belanja AI yang sudah menembus 725 miliar dolar AS tahun ini. Saham IBM bahkan jatuh 27 persen dalam sehari, memicu pertanyaan baru soal ke mana arah euforia kecerdasan buatan.
Tekanan di Wall Street ini tidak berhenti di Amerika Serikat. Sentimen global yang sensitif terhadap sektor teknologi bisa ikut merembet ke pasar Asia, termasuk IHSG, terutama pada saham-saham yang terkait data center, telekomunikasi, dan infrastruktur digital.
Kenapa saham teknologi AS terkoreksi
Pasar mulai jenuh dengan belanja besar-besaran untuk AI. Empat perusahaan AI terbesar di AS diperkirakan menghabiskan lebih dari 725 miliar dolar AS pada 2026 untuk chip, data center, dan listrik, tetapi investor kini menuntut jawaban yang lebih keras: kapan uang itu kembali?
Masalahnya sederhana. Belanja melonjak cepat, sementara jalur laba belum secepat narasi yang dibangun. Itu membuat valuasi emiten teknologi masuk zona rawan. Begitu ekspektasi keuntungan meleset sedikit saja, penjualan saham langsung membesar.
IBM ikut jadi contoh paling keras. Perusahaan itu mengakui adanya gangguan pada belanja klien karena anggaran teknologi dialihkan ke infrastruktur AI. Dampaknya terasa pada bisnis perangkat lunak, lalu menyapu saham-saham lain yang punya eksposur ke segmen serupa seperti ServiceNow dan Workday.
Data koreksi yang membuat pasar waspada
Koreksi kali ini bukan cuma soal satu emiten. Tekanan juga terlihat pada sektor chip. Indeks SOX semikonduktor tercatat turun sekitar 20 persen dari rekor Juni, sementara Meta melemah 5,2 persen. Nvidia juga ikut terkoreksi 1,3 persen, menandakan investor tak lagi membeli semua nama besar AI tanpa seleksi.
| Aset | Pergerakan |
|---|---|
| Nasdaq | -1,5% |
| S&P 500 | -0,5% |
| IBM | -27% dalam sehari |
| SOX Semiconductor | -20% dari rekor Juni |
| Meta | -5,2% |
Data itu memperlihatkan pola yang lebih luas: hedge fund mulai menurunkan eksposur ke AI dalam lima sampai enam pekan terakhir. Artinya, pasar tidak lagi berada pada fase berburu cerita besar, melainkan fase memilah mana saham yang benar-benar punya arus kas dan mana yang hanya ditopang harapan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.