Minggu, 19 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kebijakan Baru Google Play Store 2026: Verifikasi Wajib dan Potongan 15% Tetap Jalan

Kebijakan Baru Google Play Store 2026
Kebijakan Baru Google Play Store 2026: Verifikasi Wajib dan Potongan 15% Tetap Jalan. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COMGoogle menyiapkan kebijakan baru untuk Play Store pada 2026 yang memuat verifikasi wajib bagi developer, potongan 15% untuk subscription dan in-app pertama, serta aturan baru soal label boros baterai. Perubahan ini berlaku bertahap di sejumlah negara, termasuk Indonesia, Thailand, Singapura, dan Brasil.

Aturan itu penting karena menyentuh cara aplikasi didistribusikan, cara pembayaran diatur, dan posisi toko aplikasi lain di luar Play Store. Developer juga perlu menyesuaikan kepatuhan sejak awal, sebab jadwal implementasinya sudah dipetakan sampai akhir 2026.

Kebijakan baru Google Play Store 2026 mulai bertahap

Dalam draf kebijakan yang beredar, Google menetapkan verifikasi wajib mulai September 2026 bagi pihak yang ingin menyebarkan APK lewat situs sendiri. Skema itu disebut berlaku di Indonesia, Thailand, Singapura, dan Brasil.

Di sisi pembayaran, potongan 15% tetap berjalan untuk subscription dan in-app pertama. Namun, developer tetap diberi ruang untuk mengarahkan pengguna membayar di luar Play dengan harga sendiri. Artinya, model distribusi dan pembayaran aplikasi masih berubah, tapi tidak sepenuhnya menutup jalur alternatif.

Google juga menaruh batasan pada praktik eksklusif. Perusahaan dilarang memberi insentif agar aplikasi hanya tersedia di Play Store. Kebijakan ini membuka ruang bagi app store lain untuk ikut bersaing, setidaknya dari sisi akses distribusi aplikasi.

Dampak langsung ke developer dan pengguna

Bagi developer, aturan baru ini berarti ada beban kepatuhan tambahan. Verifikasi, pembaruan kebijakan privasi, penggunaan SDK pihak ketiga, sampai keamanan data perlu dibaca ulang agar aplikasi tidak tersendat saat masuk fase baru kebijakan.

Bagi pengguna, dampaknya bisa terasa dari sisi ketersediaan aplikasi dan transparansi. Ketika aplikasi mulai membawa opsi pembayaran di luar Play atau hadir di lebih dari satu toko aplikasi, pengalaman unduh dan transaksi bisa berubah. Bukan sekadar tampilan toko, tapi juga jalur distribusi yang dipakai aplikasi sehari-hari.

Google juga menyiapkan label untuk aplikasi yang dianggap boros baterai. Jika sebuah aplikasi membuat perangkat tetap aktif lebih dari dua jam per hari, aplikasi itu akan kena label. Konsekuensinya tidak kecil. Posisi aplikasi bisa turun dari rekomendasi, sehingga visibilitasnya ikut tertekan.

Jadwal yang perlu dicermati

Jadwal implementasi kebijakan baru Google Play Store 2026 sudah dibagi per wilayah. Untuk pasar tertentu, perubahan dimulai lebih cepat, lalu menyebar ke negara lain menjelang akhir tahun. Berikut urutan yang tercantum dalam draf:

Tanggal Wilayah Agenda
30 Juni EEA, UK, US Biaya baru
30 Sept Australia, ID, TH, SG, BR Verifikasi jalan
31 Des Korea, Jepang Implementasi berikutnya

Pada 29 Juli 2026, Google juga menjadwalkan update ToS baru yang memuat pembaruan soal kebijakan privasi, SDK pihak ketiga, dan keamanan data. Tanggal ini penting karena menjadi titik awal pembacaan ulang bagi pengembang sebelum aturan lain berjalan penuh.

Dengan rangkaian perubahan itu, Play Store tampak bergerak ke model yang lebih ketat untuk distribusi, lebih jelas untuk pembayaran, dan lebih keras terhadap aplikasi yang dianggap mengganggu performa perangkat. Developer yang terlambat menyesuaikan diri berisiko tertinggal saat kebijakan masuk tahap eksekusi.

Langkah berikutnya ada di tangan pengembang yakni menyiapkan verifikasi, membaca ulang ToS, dan memastikan aplikasi tetap lolos aturan baru sebelum September 2026 datang.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda