Senin, 20 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Di Shanghai, Airlangga Tegaskan Indonesia Bisa Kejar Ketertinggalan AI dari China

Di Shanghai, Airlangga Tegaskan Indonesia Bisa Kejar Ketertinggalan AI dari
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pulang dari Shanghai dengan satu keyakinan: Indonesia masih punya peluang mengejar ketertinggalan …. Credit: JournalArta

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pulang dari Shanghai dengan satu keyakinan: Indonesia masih punya peluang mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan. Ia baru saja melihat langsung seberapa jauh China melangkah dengan teknologi itu.

Penilaian tersebut ia sampaikan kepada ANTARA di Shanghai, Sabtu (18/7/2026), di sela kunjungannya ke pameran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026. Ajang itu digelar pada 17-20 Juli 2026 di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center, dan Airlangga menyempatkan diri meninjau sejumlah stan peserta.

## Melihat Langsung Lompatan Teknologi China

Di pameran itu, Airlangga menyaksikan bagaimana aplikasi AI dan robotika telah merasuk ke banyak lini di China. Kesan itu yang membuatnya menilai Beijing sudah berada jauh di depan. Tapi bukan berarti mustahil dikejar.

WAIC sendiri bukan ajang sembarangan. Digelar sejak 2018, konferensi ini masuk jajaran pertemuan terbesar dunia di bidang kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan kecerdasan berwujud (embodied intelligence) — cabang AI yang memungkinkan mesin berinteraksi secara fisik dengan lingkungannya, seperti robot humanoid.

Skalanya tahun ini masif. WAIC 2026 menyebar di tiga lokasi berbeda di Kota Shanghai dan menghadirkan 1.400 pembicara dari dalam maupun luar negeri. Di antara mereka ada sembilan peraih Nobel dan Turing Award, penghargaan tertinggi di bidang sains dan ilmu komputer, bersanding dengan para pemimpin perusahaan teknologi serta pembuat kebijakan.

Di lantai pameran, sekitar 1.100 perusahaan memajang tak kurang dari 3.000 produk dan teknologi. Bagi delegasi mana pun, ini semacam etalase lengkap untuk mengukur di mana posisi negaranya berdiri.

## Pekerjaan Rumah untuk Jakarta

Pernyataan Airlangga membawa pesan yang tak bisa dianggap ringan. Sebagai Menko Perekonomian, ia memegang kendali arah kebijakan ekonomi — dan pengakuan bahwa Indonesia tertinggal sekaligus bisa mengejar menandai AI kini jadi agenda serius pemerintah, bukan sekadar wacana.

Kata kuncinya ada pada “catching up”. Istilah itu menyiratkan strategi: belajar dari yang sudah berjalan, meniru pola aplikasi yang terbukti, lalu melompat tanpa harus mengulang seluruh proses dari nol. China, dengan penerapan AI dan robotikanya yang masif, menjadi rujukan paling nyata untuk pola semacam itu.

Tantangannya tentu tidak kecil. Mengejar berarti butuh investasi, talenta, dan ekosistem riset yang kuat. Namun melihat langsung apa yang dipamerkan di Shanghai setidaknya memberi gambaran konkret tentang jarak yang harus ditempuh — dan titik-titik yang bisa dipotong.

Pameran WAIC 2026 sendiri masih akan berlangsung hingga Senin, 20 Juli 2026. Dan pesan Airlangga dari Shanghai sudah jelas arahnya.

“China ini sudah luar biasa mereka dalam aplikasi dari AI maupun robotik, jadi ya Indonesia harus ‘catching up’ (mengejar) terhadap apa yang mereka lakukan,” kata Airlangga.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda