JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Meta Q2 2026 dijadwalkan dirilis pada Rabu, 29 Juli 2026, setelah market tutup. Laporan ini datang saat perusahaan milik Mark Zuckerberg sedang agresif menekan biaya, memperluas kapasitas komputasi, dan menyiapkan lebih banyak produk AI.
Pasarnya ikut menunggu. Di sekitar tanggal laporan itu, Meta membawa sederet isu berat yakni negosiasi cloud senilai $10 Miliar, peluncuran model AI berbayar, ekspansi data center bernilai puluhan miliar dolar, hingga gugatan soal dampak platform terhadap anak.
Jadwal Meta Q2 2026 dan angka yang diperkirakan
Meta akan mengumumkan hasil kuartal kedua 2026 setelah bursa tutup pada 29 Juli 2026. Conference call dijadwalkan berlangsung pada pukul 1:30 PM PT atau 4:30 PM ET melalui situs investor Meta.
Estimasi analis yang beredar dalam draf menyebut pendapatan sebesar $60.21 Miliar dan EPS $7.20. Angka ini akan jadi pegangan awal pasar untuk membaca apakah belanja besar-besaran di AI mulai terlihat hasilnya di sisi pendapatan.
Negosiasi cloud $10 Miliar dan ambisi baru Meta
Bloomberg dan The New York Times melaporkan Meta sedang bernegosiasi dengan Anthropic untuk sewa komputasi senilai $10 Miliar selama 2 tahun. Langkah ini mengisyaratkan Meta tidak hanya mengejar model AI, tetapi juga peluang di bisnis infrastruktur komputasi.
Strateginya jelas yaitu memanfaatkan kelebihan daya GPU dan menjual kapasitas itu ke developer. CoreWeave dan Nebius ikut masuk dalam lanskap persaingan yang sama, sehingga pasar cloud AI makin padat dan mahal.
Model AI berbayar, data center, dan chip Iris
Pada 9 Juli 2026, Meta merilis Muse Spark 1.1 sebagai model AI berbayar pertama mereka. Dalam draf, Meta mengklaim model itu lebih unggul dari Google Gemini di agent, coding, dan multimodal, dengan harga API hanya 25% dari OpenAI dan Anthropic.
Di saat yang sama, Meta memperluas data center di Louisiana menjadi 5 Gigawatt dengan total investasi proyek tembus $50 Miliar. Perusahaan juga mengonfirmasi produksi chip AI custom bernama Iris bersama Broadcom dan TSMC mulai September 2026. Target kapasitas komputasi Meta dipatok mencapai 14 Gigawatt pada 2027, sementara capex AI 2026 naik ke $125-$145 Miliar.
Ini bagian paling penting buat pasar. Belanja modal sebesar itu bukan cuma soal teknologi. Ada taruhannya di margin, arus kas, dan seberapa cepat investasi AI berubah jadi pendapatan nyata. Kalau monetisasi lambat, beban biaya bisa menekan sentimen saham lebih lama. Kalau model berbayar, cloud, dan infrastruktur baru mulai menghasilkan, Meta punya alasan lebih kuat mempertahankan valuasinya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.