JAKARTA — gugatan Meta terhadap 32 negara bagian AS bisa berubah jadi ancaman finansial yang luar biasa besar: denda hingga $1.4T jika perusahaan kalah dalam perkara yang menuduh Facebook dan Instagram mendorong penggunaan adiktif di kalangan remaja.
Persidangan pembuka dimulai besok, 18 Agustus, dan Mark Zuckerberg bersama CEO Instagram Adam Mosseri dijadwalkan bersaksi. Dampaknya bukan sekadar soal angka. Jika hakim memihak para jaksa agung negara bagian, Meta bisa kena tekanan yang cukup besar untuk mengubah cara platformnya bekerja, bahkan berisiko mengguncang model bisnis yang selama ini ditopang waktu layar dan iklan.
Gugatan Meta dan tuduhan soal remaja
Dalam bahan perkara yang dikutip The Verge, para jaksa agung dari 32 negara bagian AS menilai Meta memakai teknologinya untuk menarik, mengikat, lalu menahan remaja dan pengguna muda agar terus memakai platform. Mereka juga menuduh perusahaan mengabaikan risiko yang muncul dari pola penggunaan itu.
Bahasanya keras.
Para penggugat menyebut Meta telah memakai teknologi yang “kuat dan belum pernah ada sebelumnya” untuk “entice, engage, and ultimately ensnare youth and teens.” Mereka juga menilai motif Meta adalah profit, dan perusahaan disebut mengabaikan kerusakan luas yang terjadi pada kesehatan mental dan fisik anak muda di AS.
Dalam dokumen yang sama, Meta dituding melakukan perilaku menipu dan melanggar hukum negara bagian serta federal.
Meta membantah keras. Perusahaan menyebut klaim para jaksa agung itu “unsubstantiated” dan ancaman hukum yang dibayangkan terlalu berlebihan. Meta juga bilang para jaksa tak memberi bukti ada warga di negara bagian mereka yang tertipu, lalu menuding para penggugat mencoba menghukum perusahaan atas masalah industri seperti verifikasi usia.
“The AGs offer no proof anyone in their states was misled, claim benign features like having an additional Instagram account somehow harmed their residents, and attempt to penalize Meta for industry-wide challenges like age verification.
Rather than sticking to the facts or the law, the states have instead decided to chase an outlandish payout. We stand by our record of creating strong protections for teens, and look forward to making our case in court,” kata Meta.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.