MAKASSAR — Partai Golkar menargetkan peningkatan signifikan perolehan kursi di Sulawesi Selatan jelang Pemilu 2029. Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengeluarkan instruksi tegas: struktur organisasi harus diperkuat hingga ke tingkat desa untuk mengembalikan dominasi suara Golkar di kawasan Indonesia Timur.
Target ambisius ini disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu 18 Juli 2026. Acara itu menjadi momentum evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja, dan pemilihan ketua DPD baru yang akan memimpin konsolidasi lima tahun ke depan.
“Kursi harus naik. Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD yang nanti ditetapkan melalui musda,” tegasnya. Pesan itu berlaku untuk semua tingkatan legislatif: DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Konsolidasi Organisasi Jadi Kunci
Bahlil menilai penguatan konsolidasi organisasi sebagai faktor utama meraih target kursi tambahan. Dia meminta kepengurusan baru segera menyelesaikan musyawarah cabang di seluruh kabupaten dan kota, dilanjutkan pembentukan struktur lengkap hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
“Kekuatan partai kita ada di sana,” ujarnya mengacu pada basis grassroot. Strategi ini sejalan dengan arahan yang diberikan kepada struktur Golkar di daerah lain, seperti Jawa Timur, di mana kepengurusan didorong menjadi “rumah aspirasi” masyarakat — kanal pengaduan atas persoalan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.
Pendekatan itu dimaksudkan agar kehadiran Golkar benar-benar terasa manfaatnya sebagai jembatan perjuangan kepentingan rakyat, bukan sekadar struktur administratif kosong di atas kertas.
Posisi Kuat di Sulsel Perlu Dipertahankan
Dalam Pemilu 2024, Golkar meraih 14 kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan — perolehan kursi terbanyak kedua. Di tingkat DPR RI, partai bergambar garuda ini meraih empat kursi dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan.
Angka-angka itu sebenarnya cerminan posisi solid Golkar di Sulsel. Namun Bahlil jelas ingin lebih: target kali ini bukan sekadar mempertahankan, melainkan menambah jumlah kursi di semua level pemerintahan. Upaya itu menempatkan Sulawesi Selatan sebagai fokus utama strategi perolehan suara Golkar di wilayah timur Indonesia.
Ilham Arief Sirajuddin Pimpin Konsolidasi
Dalam Musda XI tersebut, Ilham Arief Sirajuddin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan — calon tunggal yang memenuhi persyaratan. Penetapan dilakukan dalam sidang yang dipimpin perwakilan DPP Mustafa Raja.
Ilham juga ditetapkan sebagai ketua formatur bertugas menyusun kepengurusan DPD I periode berikutnya. Tanggung jawabnya berat: memastikan seluruh instruksi Bahlil tentang konsolidasi hingga desa terselenggara dengan baik, sekaligus merumuskan strategi penambahan kursi yang realistis.
Golkar Tetap Inklusif
Bahlil juga menyinggung dinamika perpindahan kader ke partai lain setelah musda. Menurutnya, fenomena itu wajar dalam konteks kebebasan pilihan politik.
“Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan eksklusif. Memang beda pola partai kita,” katanya. Pernyataan itu menunjukkan pendekatan toleran terhadap mobilitas kader, sekaligus tetap fokus pada penguatan basis organisasi yang tersisa untuk mencapai target kursi 2029.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.