Senin, 20 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Giliran ASN PPPK Soroti Mentalitas Anggota Dewan, Datang Rapat Tidur Lalu Pulang

Giliran ASN PPPK Soroti Mentalitas Anggota Dewan, Datang Rapat Tidur Lalu Pulang
Giliran ASN PPPK Soroti Mentalitas Anggota Dewan, Datang Rapat Tidur Lalu Pulang. Credit: Dok. JournalArta

Ruang rapat gedung parlemen Senayan tiba-tiba memanas. Suasana yang biasanya formal mendadak penuh ketegangan, bukan karena pembahasan anggaran yang alot, melainkan gara-gara saling sindir soal etika kerja.

Giliran para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kini angkat bicara, membalas kritik tajam yang sempat dilontarkan oleh pimpinan Komisi II DPR RI beberapa waktu lalu.

Nur Baitih, Ketua Umum Asosiasi Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja Indonesia (AP3KI), menjadi garda terdepan yang menumpahkan kekesalan rekan-rekannya. Ia merasa pernyataan Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, soal buruknya mentalitas PNS dan PPPK sudah kelewatan.

Baginya, tudingan itu tidak hanya tidak adil, tapi juga menampar dedikasi ribuan pegawai yang setiap hari berhadapan langsung dengan urusan publik.

Sindiran Balik Soal Kursi Kosong

Tak tinggal diam, Nur Baitih membongkar apa yang sering terjadi di balik ruang sidang yang megah itu. Ia justru menyoroti perilaku anggota dewan yang menurutnya jauh dari kata profesional. “Datang rapat hanya sekadar presensi, duduk sebentar, lalu lima menit pergi.

Ada juga yang sekadar datang, main ponsel, bahkan tidur saat rapat tanpa mendengarkan,” ungkap Nur Baitih kepada wartawan, Minggu (19/7).

Kritik pedas ini muncul sebagai respons langsung atas pernyataan Rifqinizamy dalam rapat kerja bersama Menteri PANRB Rini Widyantini dan Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrullah pada 15 Juli 2026.

Kala itu, sang Ketua Komisi II memang menyoroti tajam soal mentalitas ASN yang dianggapnya perlu perbaikan serius. Ucapan tersebut kemudian bergulir menjadi bola liar yang memicu kemarahan di kalangan pegawai pemerintah.

Bagi Nur Baitih, ucapan tersebut adalah luka bagi mereka yang sedang berjuang memperjuangkan hak-hak kesejahteraan di parlemen. Ia menegaskan, ASN bukanlah sasaran empuk untuk dijadikan kambing hitam. Apalagi, banyak dari anggota dewan yang seharusnya menjadi teladan justru mempertontonkan perilaku abai saat agenda penting sedang berlangsung.

Jangan Pukul Rata

Nur Baitih tidak menampik jika ada segelintir oknum pegawai yang bekerja tidak maksimal. Namun, menarik garis lurus dan menggeneralisasi seluruh ASN sebagai kelompok bermental buruk adalah sebuah kesalahan fatal.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda