Ia melihat banyak rekan-rekannya di lapangan yang bekerja melampaui jam kantor demi menuntaskan tanggung jawab. Mereka kooperatif, kreatif, dan tetap teguh pada tupoksi meski beban kerja terus bertambah.
Pekerjaan ASN, lanjut Nur Baitih, tidak melulu soal duduk di belakang meja. Banyak yang berada di garda terdepan pelayanan publik, mulai dari pelosok desa hingga instansi pusat. “Mereka bekerja dari pagi sampai sore di kantor sesuai aturan dan tupoksinya,” tegasnya lagi.
Sikap mengeneralisasi tanpa melihat data riil di lapangan justru mencederai semangat reformasi birokrasi yang selama ini didengungkan oleh pemerintah sendiri.
Frustrasi yang Menumpuk
Situasi ini menciptakan gejolak nyata. Banyak ASN yang merasa kecewa, terutama karena kritik tersebut keluar dari mulut seseorang yang juga pernah merasakan kursi sebagai PNS. Ironi ini terasa tajam di telinga para abdi negara. Mereka merasa sedang dipermainkan; di satu sisi diminta profesional, di sisi lain justru disudutkan saat sedang memperjuangkan hak di forum resmi.
Frustrasi ini bukan tanpa alasan. ASN saat ini berada di tengah tuntutan perubahan yang cepat, namun dukungan dari para pembuat kebijakan seringkali terasa jauh dari harapan.
Ketika anggota dewan sendiri menunjukkan perilaku yang dipertanyakan integritasnya—terutama soal kehadiran dan ketertiban selama rapat—wajar saja jika para pegawai pemerintah merasa perlu untuk menuntut standar yang sama.
Integritas tidak bisa hanya dituntut kepada mereka yang berada di barisan bawah, sementara para pemimpin kebijakan merasa kebal terhadap kritik serupa.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Komisi II DPR RI terkait serangan balik dari AP3KI tersebut. Namun, suasana di lingkungan ASN dipastikan masih dingin menanti tindak lanjut dari para pembuat kebijakan.
Ke depan, para pegawai pemerintah berharap hubungan antara eksekutif dan legislatif bisa berjalan dengan rasa saling menghargai, bukan sekadar saling cari celah kelemahan di depan publik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.