Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Hari Anak Nasional 2026: Tanggal 23 Juli, Usung Tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”

Hari Anak Nasional 2026
Hari Anak Nasional 2026: Tanggal 23 Juli, Usung Tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) akan kembali digelar pada Kamis 23 Juli 2026, sebagai momentum strategis untuk menegaskan komitmen perlindungan serta pemenuhan hak anak di Indonesia. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menetapkan tema besar tahun ini yaitu “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan.”

Puncak peringatan nasional secara resmi dipusatkan di Taman Gurindam Dua Belas, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pemilihan lokasi ini diharapkan mampu memberikan gaung luas mengenai pentingnya pengasuhan berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Sejarah dan Dasar Hukum

Penetapan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional berakar pada Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan momen pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Sejak saat itu, setiap tahun menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa anak-anak merupakan aset berharga sekaligus penentu arah masa depan Indonesia.

Landasan hukum perlindungan anak kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Aturan ini menjamin hak dasar anak meliputi akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan dari segala bentuk kekerasan atau diskriminasi. Kewajiban negara untuk memastikan hak-hak tersebut terpenuhi kini menjadi fokus utama pemerintah pusat maupun daerah.

Makna Tema dan Logo

Tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” membawa pesan mendalam bagi para orang tua, tenaga pendidik, dan pemangku kebijakan. Fokus utamanya mencakup tiga dimensi krusial, yakni pemberian kasih sayang untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang suportif, pemenuhan perlindungan dari eksploitasi, serta pembangunan masa depan melalui dukungan pendidikan berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Identitas visual tahun ini ditandai dengan logo resmi yang menampilkan ilustrasi tiga orang anak memegang bendera Merah Putih. Simbol tersebut merepresentasikan semangat nasionalisme sekaligus penegasan mengenai kesempatan yang setara bagi setiap anak di seluruh penjuru negeri untuk berprestasi dan meraih cita-citanya.

Perayaan di Tanjungpinang dan Daerah

Provinsi Kepulauan Riau mengusung tema lokal bertajuk “Main Raya Anak Nusantara” sebagai rangkaian puncak di Tanjungpinang. Panitia penyelenggara menonjolkan permainan tradisional sebagai media edukasi karakter. Selain itu, pementasan seni budaya khas daerah, yakni Tari Boria, direncanakan menjadi pembuka acara untuk memperkenalkan kekayaan warisan lokal kepada generasi muda.

Di sisi lain, gegap gempita peringatan juga terasa di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa daerah telah memulai rangkaian aksi nyata, di antaranya sebagai berikut:

Wilayah Kegiatan Utama
Makassar Edukasi kesehatan dan skrining gizi gratis
Bengkalis Pawai 1.169 anak PAUD
Gunung Mas Kampanye perlindungan anak sebagai investasi bangsa

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa perayaan HAN tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan wujud nyata keterlibatan masyarakat luas dalam menjaga ruang aman bagi anak-anak. Keluarga tetap diposisikan sebagai lembaga pertama yang memegang peran paling sentral dalam proses tumbuh kembang anak sebelum mereka berinteraksi lebih jauh dengan lingkungan sosialnya.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda