Lebih jauh, Beliadi mengingatkan PT Timah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan persoalan serupa. Pasalnya, kondisi seperti ini kerap berulang setiap tahun dan selalu berujung pada terhentinya penyerapan timah masyarakat selama berbulan-bulan.
“PT Timah harus berbenah. Jangan sampai masalah yang sama terulang terus. Berkali-kali penambang tak bisa menjual hasilnya, dan akhirnya rakyatlah yang menjadi korban,” tegasnya.
Ia menekankan urusan ini bukan sekadar birokrasi, melainkan sudah menyentuh kebutuhan dasar dan hajat hidup ribuan penambang. Semua pihak diminta sigap mengambil keputusan agar beban masyarakat tidak semakin berat.
“Ini bukan sekadar urusan administrasi. Ini sudah urusan perut rakyat di Belitung dan Belitung Timur. Segera ambil keputusan yang tepat agar masyarakat tidak semakin terbebani,” pungkas Beliadi.
FAQ (Pertanyaan Umum)
1. Mengapa pembelian pasir timah di Belitung terhambat?
Akibat persoalan administrasi dan teknis terkait Rencana Kerja dan Anggaran Bisnis (RKAB).
2. Apa usulan solusi darurat dari Beliadi?
Memindahkan sementara penyerapan pasir timah masyarakat Belitung ke fasilitas pembelian di Pulau Bangka.
3. Apakah pembelian di Pulau Bangka masih berjalan?
Ya, hingga saat ini penyerapan hasil tambang masyarakat di Pulau Bangka masih berlangsung normal.
4. Mengapa masalah ini harus segera diselesaikan?
Karena menyangkut hajat hidup ribuan penambang dan kerap berulang setiap tahun, membebani ekonomi masyarakat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.