Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Nvidia RTX 5000 Super Ditunda ke Q3 2026: Spek 24GB dan Alasan Dibalik Delay

Nvidia RTX 5000 Super
Nvidia RTX 5000 Super Ditunda ke Q3 2026: Spek 24GB dan Alasan Dibalik Delay. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – RTX 5000 Super kembali diperkirakan molor. Rumor terbaru dari Benchlife dan HKEPC menyebut Nvidia menggeser jadwal rilis RTX 5080 Super, 5070 Ti Super, dan 5070 Super ke Q3 2026.

Artinya, gamer yang menunggu penyegaran lini kartu grafis itu harus bersabar lebih lama. Di saat yang sama, muncul kabar yang lebih tajam: ada kemungkinan seri RTX 5000 Super tidak meluncur sama sekali pada 2026 karena Nvidia disebut sedang memusatkan perhatian ke AI.

RTX 5000 Super dan jadwal rilis yang terus bergeser

Awalnya, seri ini diprediksi hadir pada Q1 2026. Lalu jadwalnya bergeser ke Q3 2026. Nama RTX 5000 Super pun belum benar-benar punya kepastian di meja rilis.

Masih dari sumber rumor yang sama, leaker Moore’s Law is Dead menyebut peluncuran itu bisa saja baru terjadi pada akhir 2026 atau awal 2027. The Information bahkan melaporkan Nvidia tidak akan merilis GPU gaming baru sama sekali di 2026.

Kalau kabar itu benar, pasar gaming PC bakal menghadapi jeda yang cukup panjang. Konsumen yang biasanya menunggu varian Super untuk mengejar harga dan performa yang lebih pas justru bisa dipaksa menahan pembelian lebih lama.

Spek rumor RTX 5000 Super: VRAM naik, daya ikut besar

Rumor spesifikasi yang beredar masih bertumpu pada peningkatan memori. RTX 5080 Super disebut bakal membawa 24GB GDDR7, 10.752 CUDA Cores, dan konsumsi daya lebih dari 400W. RTX 5070 Super dikabarkan hadir dengan 18GB GDDR7, 6.400 CUDA Cores, serta TDP 275W.

Model VRAM CUDA Cores Daya
RTX 5080 Super 24GB GDDR7 10.752 >400W
RTX 5070 Super 18GB GDDR7 6.400 275W

Perkiraan awal menyebut performanya naik sekitar 10% dibanding versi biasa. Itu belum angka resmi, jadi posisinya masih di wilayah rumor. Meski begitu, pola ini memberi petunjuk bahwa Nvidia ingin memperkuat segmen atas tanpa mengubah platform secara besar-besaran.

Kenapa ditunda: krisis memory GDDR7 jadi titik berat

Alasan utama yang disebut-sebut adalah krisis memory GDDR7. Pabrik dinilai lebih memilih memproduksi memori untuk chip AI data center karena marginnya mencapai 65%, jauh di atas GPU gaming yang berada di 40%.

Di sinilah posisi RTX 5000 Super jadi sensitif. Bila pasokan memori tersedot ke lini AI, produk gaming otomatis turun prioritas. Nvidia juga disebut tidak mendapat tekanan besar di kelas high-end dari AMD pada 2026, sehingga dorongan untuk buru-buru merilis penyegaran gaming ikut melemah.

Bagi pasar, dampaknya jelas. Harga dan ketersediaan GPU gaming bisa bergerak lebih lambat dari ekspektasi. Pembeli yang menahan beli berharap ada varian Super yang lebih masuk akal dari sisi harga-performa justru harus menghadapi opsi yang makin tidak pasti.

RTX 5000 Super, beli sekarang atau tunggu?

Rumor yang beredar menempatkan konsumen di dua pilihan yang sama-sama punya risiko. Jika butuh GPU sekarang, seri RTX 5000 biasa masih jadi opsi yang paling nyata. Kalau ingin menunggu, Q3 2026 menjadi patokan yang paling sering muncul, meski itu pun belum aman.

Masalahnya, kepastian jadwal belum datang dari Nvidia. Yang ada baru bocoran dari sejumlah sumber industri dan laporan media teknologi. Jadi, siapa pun yang sedang menimbang upgrade sebaiknya memantau pergerakan stok dan harga, karena peta rilis bisa berubah lagi sewaktu-waktu.

Untuk saat ini, RTX 5000 Super masih berdiri sebagai lini yang banyak dibicarakan, tapi belum punya pegangan rilis yang solid. Dan justru di situlah letak tekanannya: semakin lama tertunda, semakin besar kemungkinan pasar gaming harus menyesuaikan diri dengan keputusan Nvidia yang tampak makin condong ke AI.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda