JAKARTA — Dua buah tertulis di Al Quran, yakni buah tin dan zaitun, kembali jadi perhatian karena kandungan gizinya disebut berkaitan dengan penurunan kolesterol. CNBC Indonesia menulis, keduanya memang kerap muncul dalam ayat Al Quran dan kini dikenal punya senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Dalam bahan yang dirilis CNBC Indonesia, buah tin atau ara disebut memiliki pektin, serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Zaitun juga menonjol karena kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dan polifenol yang dikaitkan dengan kesehatan jantung.
Buah tin dan zaitun dalam Al Quran
Al Quran menyebut sejumlah buah, seperti kurma, anggur, zaitun, delima, tin, dan pisang, sebagai bagian dari gambaran tentang nikmat Allah dan tanda kebesaran-Nya. Dari deretan itu, tin dan zaitun mendapat sorotan khusus dalam bahan CNBC Indonesia karena keduanya punya kaitan kuat dengan manfaat kesehatan.
Surah At-Tin bahkan dinamai dari buah tin. Dalam tradisi Islam, penyebutan sesuatu oleh Allah dipandang memiliki keagungan dan kepentingan yang melekat. Karena itu, buah tin tak hanya dibaca sebagai simbol, tetapi juga sebagai bagian dari referensi manfaat obat dari buah tersebut.
Di sisi lain, zaitun disebutkan tujuh kali dalam Al Quran. Penyebutan itu menunjukkan pentingnya buah tersebut dalam sejarah perkembangan Islam, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu buah yang punya nilai gizi, obat, dan kosmetik.
Kenapa tin bisa bantu turunkan kolesterol
Buah tin atau buah ara mengandung pektin, yakni serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Dalam bahan CNBC Indonesia, serat larut itu juga disebut membantu menghilangkan trigliserida berlebih. Kalimatnya sederhana, tapi efeknya besar bagi pola makan harian.
Buah ara kering juga mengandung asam lemak Omega 3 dan Omega 6, fitosterol yang bersifat kardioprotektif, serta magnesium. Kandungan ini ikut membantu kesehatan otak, kesehatan tulang, dan keseimbangan energi. Jadi, manfaat tin tidak berhenti di kolesterol saja.
Soalnya, banyak orang mengejar menu sehat yang terasa dekat dan mudah ditemukan. Tin memberi gambaran bahwa pilihan makanan yang baik untuk jantung tidak selalu datang dari bahan yang rumit. Dalam konteks pola makan, buah dengan serat larut seperti ini bisa jadi bagian dari upaya menjaga profil lemak tubuh tetap lebih baik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.