Rabu, 22 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Dua Buah Tertulis di Al Quran, Khasiatnya Bisa Turunkan Kolesterol

Dua Buah Tertulis di Al Quran, Khasiatnya Bisa Turunkan Kolesterol
Foto: Cnbcindonesia

JAKARTA — Dua buah tertulis di Al Quran, yakni buah tin dan zaitun, kembali jadi perhatian karena kandungan gizinya disebut berkaitan dengan penurunan kolesterol. CNBC Indonesia menulis, keduanya memang kerap muncul dalam ayat Al Quran dan kini dikenal punya senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh.

Dalam bahan yang dirilis CNBC Indonesia, buah tin atau ara disebut memiliki pektin, serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Zaitun juga menonjol karena kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dan polifenol yang dikaitkan dengan kesehatan jantung.

Buah tin dan zaitun dalam Al Quran

Al Quran menyebut sejumlah buah, seperti kurma, anggur, zaitun, delima, tin, dan pisang, sebagai bagian dari gambaran tentang nikmat Allah dan tanda kebesaran-Nya. Dari deretan itu, tin dan zaitun mendapat sorotan khusus dalam bahan CNBC Indonesia karena keduanya punya kaitan kuat dengan manfaat kesehatan.

Surah At-Tin bahkan dinamai dari buah tin. Dalam tradisi Islam, penyebutan sesuatu oleh Allah dipandang memiliki keagungan dan kepentingan yang melekat. Karena itu, buah tin tak hanya dibaca sebagai simbol, tetapi juga sebagai bagian dari referensi manfaat obat dari buah tersebut.

Di sisi lain, zaitun disebutkan tujuh kali dalam Al Quran. Penyebutan itu menunjukkan pentingnya buah tersebut dalam sejarah perkembangan Islam, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu buah yang punya nilai gizi, obat, dan kosmetik.

Kenapa tin bisa bantu turunkan kolesterol

Buah tin atau buah ara mengandung pektin, yakni serat larut yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Dalam bahan CNBC Indonesia, serat larut itu juga disebut membantu menghilangkan trigliserida berlebih. Kalimatnya sederhana, tapi efeknya besar bagi pola makan harian.

Buah ara kering juga mengandung asam lemak Omega 3 dan Omega 6, fitosterol yang bersifat kardioprotektif, serta magnesium. Kandungan ini ikut membantu kesehatan otak, kesehatan tulang, dan keseimbangan energi. Jadi, manfaat tin tidak berhenti di kolesterol saja.

Soalnya, banyak orang mengejar menu sehat yang terasa dekat dan mudah ditemukan. Tin memberi gambaran bahwa pilihan makanan yang baik untuk jantung tidak selalu datang dari bahan yang rumit. Dalam konteks pola makan, buah dengan serat larut seperti ini bisa jadi bagian dari upaya menjaga profil lemak tubuh tetap lebih baik.

Zaitun dan lemak baik untuk jantung

Zaitun punya tempat penting dalam pembahasan kesehatan karena mengandung asam lemak esensial yang bagus untuk fungsi jantung dan otak. Bahan CNBC Indonesia juga menyebut polifenol di dalamnya punya sifat antioksidan. Dua hal ini membuat zaitun kerap dipandang sebagai buah dengan reputasi baik di meja makan.

Minyak zaitun bahkan disebut banyak dipilih sebagai minyak yang lebih sehat dibanding minyak kelapa sawit. Alasannya ada pada kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, sekitar 75%. Saat menggantikan lemak jenuh, jenis lemak ini membantu menurunkan kolesterol jahat.

Manfaat minyak zaitun juga dikaitkan dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Artinya, pembahasan soal zaitun bukan sekadar soal rasa atau tren makanan sehat, melainkan juga bagaimana bahan pangan ini bisa masuk ke pola makan yang lebih ramah jantung.

So what buat pembaca?

Informasi soal dua buah tertulis di Al Quran ini relevan karena menautkan ajaran, tradisi, dan sains gizi dalam satu pembahasan yang konkret. Pembaca yang sedang menata pola makan bisa melihat bahwa buah tin dan zaitun bukan cuma dikenal dari sisi religius, tetapi juga dari sisi kandungan nutrisi yang mendukung kesehatan.

Di pasar pangan sehat, dua buah ini juga sering hadir dalam bentuk segar, kering, atau minyak. Karena itu, manfaat yang disebut CNBC Indonesia memberi konteks praktis: memilih makanan sehat bukan melulu soal tren, tapi juga soal memahami isi nutrisinya.

Buah tin memberi pektin, serat, Omega 3, Omega 6, fitosterol, dan magnesium. Zaitun menawarkan asam lemak tak jenuh tunggal sekitar 75% serta polifenol. Kombinasi itulah yang membuat keduanya sering muncul saat orang membahas makanan yang membantu menurunkan kolesterol.

Dengan kata lain, pembahasan ini menegaskan bahwa dua buah tertulis di Al Quran punya posisi yang menarik: kuat dalam nilai religius, dan tetap relevan saat dibaca dengan kacamata kesehatan modern.

Buah zaitun mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang tinggi sekitar 75%, dan saat menggantikan lemak jenuh, kandungan itu membantu menurunkan kolesterol jahat.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda