Carlos Alcaraz mulai memberi sinyal kuat untuk kembali ke lapangan setelah berbulan-bulan absen karena cedera pergelangan tangan kanan. Petenis Spanyol peringkat dua dunia itu kini sudah berlatih lagi dan disebut siap menyongsong musim kompetisi di lapangan.
Nama Alcaraz sempat hilang dari dua panggung besar, Roland Garros dan Wimbledon, setelah masalah di pergelangan tangannya memaksanya berhenti pada pertengahan musim tanah liat. Bagi tenis putra, absennya pemain 23 tahun itu terasa langsung. Perburuan gelar, duel besar, dan daya tarik turnamen ikut berubah.
Latihan kembali, rasa percaya diri ikut naik
Lewat unggahan di media sosial pribadinya, Alcaraz memperlihatkan sesi latihan yang tampak hidup. Ia tidak lagi sekadar menjalani pemulihan pasif. Gerakan di lapangan sudah kembali. Ada dukungan dokter spesialis yang sebelumnya juga menangani Rafael Nadal, dan itu menjadi salah satu alasan optimisme terus tumbuh.
Cedera Alcaraz bermula saat tampil di Barcelona Open. Setelah memeriksa kondisi pergelangan tangannya, ia mundur dari turnamen itu, lalu melewatkan jadwal besar berikutnya. Dari Madrid, Roma, Roland Garros, sampai Wimbledon, rangkaian turnamen penting harus ia tinggalkan. Berat. Sangat berat.
Di titik ini, kabar paling penting justru sederhana: proses pemulihannya berjalan baik. Alcaraz sendiri sempat menyampaikan bahwa ia merasa jauh lebih baik, meski belum siap turun bertanding ketika akhirnya mundur dari musim rumput. Kini situasinya berubah. Lebih positif.
Dampak di ranking ATP dan peta persaingan
Absennya Alcaraz di Wimbledon 2026 berdampak langsung ke ranking ATP. Setelah turnamen itu, posisinya turun dari peringkat dua ke peringkat tiga dunia. Alexander Zverev mengambil alih posisi nomor dua. Sementara Jannik Sinner tetap berada di puncak dengan jarak poin yang masih aman dari kejaran para pesaing.
Keputusan Alcaraz untuk menepi juga mengubah lanskap persaingan di musim lapangan keras Amerika Utara. Saat rival-rivalnya terus bermain, ia justru kehilangan momentum dan poin. Tapi situasi itu belum final. US Open tinggal menunggu, dan kabar dari kubu Alcaraz memberi ruang bagi skenario comeback yang sempat terasa jauh.
Target berikutnya: kembali saat kompetisi besar menunggu
Bagi Alcaraz, kembalinya ke level tertinggi bukan cuma soal tampil lagi. Ini soal ritme, kepercayaan diri, dan kejaran pada peta persaingan yang bergerak cepat. Setelah kehilangan banyak turnamen sejak April, setiap sesi latihan kini terasa seperti ujian kecil menuju laga resmi.
Para penggemar pun mulai menghitung hari. Jika pemulihannya terus stabil, Alcaraz berpeluang kembali sebelum musim besar berakhir. Dan untuk lawan-lawannya, kabar ini jelas bukan kabar kecil.
“Saya pulih dengan baik dan merasa jauh lebih baik, tetapi sayangnya saya belum siap untuk berkompetisi.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.