Minggu, 6 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Cagliari Didesak Menatap Laga Berikutnya Usai Dua Kekalahan Beruntun

Cagliari Didesak Menatap Laga Berikutnya Usai Dua Kekalahan Beruntun
Cagliari Didesak Menatap Laga Berikutnya Usai Dua Kekalahan Beruntun. (Ilustrasi: AI)

Cagliari kembali terpukul setelah kalah 1-2 dari Sassuolo di Stadion Unipol Domus, Jumat (31/10) dini hari WIB. Di kandang sendiri, tim asuhan Cagliari itu sempat memberi ancaman, tapi tak cukup untuk membendung kebangkitan tamu yang tampil lebih efektif.

Hasil ini memperpanjang perhatian ke situasi Cagliari yang dalam beberapa laga terakhir belum mampu menjaga stabilitas. Sebelum ditundukkan Sassuolo, mereka juga sudah menelan kekalahan dari Lazio dan Inter Milan pada rangkaian pertandingan Serie A. Tiga laga, tiga pukulan berbeda. Dan setiap kali, masalahnya mirip: peluang ada, tapi penyelesaian dan konsistensi belum ikut naik.

Sassuolo Patahkan Serangan dari Sayap

Jay Idzes jadi salah satu nama yang menonjol dalam kemenangan Sassuolo. Bek timnas Indonesia itu dipercaya tampil sejak menit pertama dan menjalankan tugasnya dengan lugas saat Cagliari mencoba menekan lewat sisi lapangan. Umpan-umpan silang tuan rumah beberapa kali dipatahkan, membuat alur serangan mereka tak berkembang seperti yang diharapkan.

Cagliari sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Sebastiano Esposito sempat sempat mencetak gol, tapi wasit menganulirnya karena off-side. Dari situ, tensi pertandingan naik, namun keunggulan justru datang ke kubu Sassuolo setelah Armand Lauriente mengeksekusi tendangan bebas pada menit ke-54. Andrea Pinamonti lalu menambah gol pada menit ke-65. Cagliari baru mampu memperkecil kedudukan lewat Esposito pada menit ke-73.

Posisi Cagliari Tak Lagi Nyaman

Kekalahan dari Sassuolo menambah beban Cagliari di papan klasemen. Dalam duel sebelumnya melawan Lazio, mereka juga tumbang 1-2 dan tertahan di peringkat 17, hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Saat itu, Roberto Piccoli sempat menyamakan skor, tetapi Lazio tetap pulang membawa tiga poin lewat gol Mattia Zaccagni dan Taty Castellanos.

Laga melawan Udinese pun sempat memunculkan kontroversi yang menyita perhatian Serie A. Keinan Davis menuding Alberto Dossena dari Cagliari melontarkan hinaan rasial kepadanya dan mendesak liga mengambil tindakan tegas. Insiden itu terjadi jelang akhir pertandingan, dan Davis bahkan menyuarakan kemarahannya lewat media sosial. Situasi ini membuat sorotan ke Cagliari tak berhenti di lapangan semata. Ada persoalan disiplin, ada juga tekanan psikologis yang ikut mengiringi.

Ujian Berat Belum Berhenti

Cagliari juga belum lepas dari tekanan ketika menghadapi Inter Milan. Dalam laga lain, Inter menang 2-0 berkat gol Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito. Lautaro mencetak gol cepat, sementara Pio Esposito menutup malam dengan gol debut Serie A. Untuk Cagliari, itu jadi pengingat bahwa lawan-lawannya terus datang dengan efisiensi yang lebih tinggi.

Situasi ini membuat duel-duel Cagliari berikutnya terasa penting. Mereka butuh respons, bukan sekadar reaksi sesaat. Masalahnya ada pada konsentrasi di area pertahanan, disiplin saat menghadapi serangan sayap, dan ketenangan ketika peluang muncul. Sassuolo sudah memberi contoh bagaimana satu blok pertahanan yang rapat dan transisi yang rapi bisa mengubah arah pertandingan. Cagliari kini harus mencari jawaban cepat sebelum tekanan klasemen berubah jadi beban yang lebih berat.

(MJ)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda