Senin, 7 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Madura United Tambah Brandon Scheunemann, Perkuat Sisi Pertahanan

Madura United bergerak cepat sebelum musim 2026/2027 bergulir. Klub asal Pulau Garam itu resmi menggaet bek tengah Brandon Scheunemann untuk menambah kekuatan lini belakang.
Langkah ini datang setelah beberapa rekrutan lain lebih dulu masuk. Posisi pertahanan jadi fokus utama, karena klub ingin tampil lebih rapat dan tidak mudah ditembus dalam persaingan Super League yang makin ketat.

Langkah yang disiapkan sejak awal bursa

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu, Annisa Zhafarina, menyebut keputusan mendatangkan Brandon bukan langkah spontan. Ia memandang pemain berusia 21 tahun itu sebagai investasi taktis untuk benteng pertahanan Madura United. Brandon disebut punya latar keluarga sepak bola, berdarah Jerman, dan tumbuh dengan pemahaman bermain yang kuat sejak usia muda.

Annisa juga menilai Brandon membawa modal yang jarang dimiliki bek muda. Ia pernah membela Timnas Indonesia di kelompok umur dan memiliki fisik yang tangguh. Bagi Madura United, kombinasi itu penting. Bek modern sekarang dituntut bukan cuma kuat duel, tapi juga cermat membaca permainan. Di titik ini, nama Brandon masuk akal untuk proyek jangka menengah klub.

Jejak rekrutan lain ikut memperjelas arah tim

Sebelum Brandon datang, Madura United sudah lebih dulu mengumumkan Angga Saputro sebagai rekrutan pertama untuk musim 2026/2027. Kiper berusia 32 tahun itu bahkan disebut sempat lama dibidik klub karena pernah memperkuat Madura United pada 2016 hingga 2018. Setelah itu, ia malang melintang di sejumlah klub nasional, termasuk Tira-Persikabo, Persebaya Surabaya, Borneo FC, dan Malut United.

Perekrutan lain menyusul pada awal Juli, ketika Madura United mengamankan tanda tangan Rifqi Ray. Pemain muda itu diproyeksikan sebagai wajah baru tim. Annisa menyebut Rifqi punya kemampuan bermain sebagai gelandang dan penyerang sayap, dengan keunggulan fisik setinggi 182 cm serta kaki kiri yang berbahaya. Musim lalu, ia tampil lima kali bersama Persik. Masuknya dua nama muda dan satu penjaga gawang berpengalaman memperlihatkan pola yang cukup jelas: Madura United tidak sekadar menambah nama, tapi membangun ulang struktur skuad.

Belajar dari musim yang tak mudah

Arah pembenahan itu juga lahir dari pengalaman musim sebelumnya. Madura United menjalani kompetisi 2025/2026 dengan situasi yang tidak nyaman. Dalam dua puluh laga, mereka hanya mengumpulkan 18 poin dari empat kemenangan, enam imbang, dan sepuluh kekalahan. Posisi klub pun sempat berada dekat zona degradasi, dengan jarak yang tipis dari tim-tim di papan bawah.

Bahkan pada Februari lalu, kondisi itu terasa nyata. Saat menghadapi Persis Solo dan kemudian Arema FC, Madura United sama-sama datang dengan beban hasil buruk. Catatan satu kemenangan dari sepuluh laga terakhir saat melawan Arema menunjukkan betapa rapuhnya performa mereka kala itu. Karena itu, perekrutan Brandon punya konteks yang lebih besar dari sekadar menambah pemain. Ini soal menutup lubang yang sudah terlalu lama dibiarkan terbuka.

Annisa sendiri tak menyembunyikan harapannya. Ia menilai Brandon bisa menjadi sosok bek modern yang fleksibel di lini pertahanan Laskar Sape Kerrab. “Saya tidak sabar menanti kiprah Brandon bersama Madura United,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi I.League.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda