KYIV — Dua tokoh dengan visi berlawanan memicu krisis kepercayaan di Ukraina. Mykhailo Fedorov, menteri pertahanan berusia 35 tahun yang dikenal sebagai inovator teknologi drone, baru-baru ini dipecat oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Kepergian Fedorov meninggalkan Jenderal Oleksandr Syrskyi, komandan berpengalaman berusia 60 tahun dengan latar belakang Soviet, tetap di posisinya—memicu gelombang protes di seluruh negara.
Pengusiran Fedorov mencerminkan pertarungan ideologi yang lebih dalam. Di satu sisi ada seorang pemimpin muda dari dunia startup digital yang berusaha merevolusi cara Ukraina berperang. Di sisi lain ada jenderal tradisional yang berasal dari era Uni Soviet, dengan budaya komando top-down yang ketat.
Inovator Muda Transformasi Militer
Fedorov ditunjuk sebagai menteri pertahanan pada Januari lalu setelah sebelumnya memimpin transformasi digital Ukraina. Sebelum itu, dia menjalankan kampanye pemilu presiden Zelenskyy tahun 2019 dan pernah memimpin perusahaan pemasaran digital.
Dalam enam bulan terakhir, dia dikreditkan telah memodernisasi program drone Ukraina secara dramatis. Teknologi drone yang disempurnakannya telah mengubah lanskap pertempuran dan menarik perhatian negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah. Fedorov juga mengambil langkah kontroversial dengan membatasi akses militer Rusia ke layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk.
Dia memperkuat aturan pengadaan militer dalam upaya menekan korupsi dan mengubah budaya komando yang sudah mengakar. “Kami mengubah Ukraina menjadi pemimpin global dalam teknologi dan kekuatan pertahanan,” kata Fedorov di media sosial setelah dipecat minggu lalu.
Setelah pemecatannya, Fedorov secara terbuka menuduh Syrskyi memblokir reformasi militer dan bersikeras pada budaya komando tradisional. Kritik itu bergema dengan keluhan dari tentara dan veteran tentang korban jiwa yang berat dalam serangan garis depan yang mahal.
Muncul di konferensi pers berpakaian kasual—kaos hitam dan jeans—Fedorov menekankan bahwa “perang telah berubah sepenuhnya” karena teknologi baru, namun gesekan dengan pimpinan lama menghalangi adaptasi.
Jenderal Soviet: Pemenang dan Kontroversi
Syrskyi lahir ketika Ukraina masih bagian dari Uni Soviet. Dia menempuh pendidikan di Akademi Komando Militer Tinggi Moskow dan berdinas di Korps Artileri Soviet. Sepanjang karirnya, dia terkait dengan budaya komando Soviet bergaya top-down yang ketat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.