HONG KONG — Patrick Tse meninggal dunia pada usia 89 tahun, dan kabar duka itu langsung diikuti pesan Nicholas Tse agar publik mengenang sang ayah dengan senyuman. Kepergian aktor senior Hong Kong ini diumumkan pihak keluarga pada Senin, 20/7, lalu dikutip The Standard pada Selasa, 21/7.
Keluarga menyebut Patrick Tse mengembuskan napas terakhir dengan tenang di kediamannya, didampingi orang-orang terdekat. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatannya memang terus menurun. Kepergian itu menutup perjalanan panjang seorang figur yang sudah lama hidup bersama layar lebar Hong Kong.
Patrick Tse, ikon yang bertahan lebih dari enam dekade
Nama Patrick Tse bukan nama baru di Hong Kong. Ia akrab disapa Brother Four atau Sei Gor, dan dikenal sebagai salah satu ikon perfilman Hong Kong dengan karier yang membentang selama lebih dari enam dekade. Bukan cuma kemampuan aktingnya yang diingat, tetapi juga karisma, selera humor, dan semangat hidup yang membuatnya disayang rekan sesama artis maupun penggemar.
Di layar lebar, salah satu peran yang paling membekas datang lewat karakter Hung dalam film Shaolin Soccer. Dalam film itu, Hung tampil sebagai pelatih Team Evil yang licik dan rela memakai berbagai cara demi menang. Peran seperti ini ikut membentuk citra Patrick Tse sebagai aktor yang punya jejak kuat di ingatan penonton.
Kabar meninggalnya Patrick Tse juga membawa perhatian pada pernyataan keluarga yang disampaikan secara resmi. Dalam pernyataan itu, keluarga menulis, “Kami sangat berduka mengumumkan kepergian ayah tercinta kami, Patrick Tse,” seperti dikutip dari The Standard.
Pesan Nicholas Tse: jangan kenang dengan air mata
Dalam pernyataannya, Nicholas Tse Ting-fung mengatakan sang ayah selalu memegang prinsip the show must go on atau pertunjukan harus tetap berjalan. Pesan itu kini terasa seperti warisan terakhir yang ia minta untuk diteruskan. Karena itu, Nicholas berharap masyarakat tidak mengingat Patrick Tse dengan kesedihan.
Ia justru meminta publik melihat sisi yang selama ini melekat pada sang ayah: pesona, humor, dan semangat menjalani hidup. Nicholas mengatakan, “Jika orang-orang mengingat ayah saya sebagai sosok yang selalu tersenyum dan menawan, itu sudah lebih dari cukup,” ungkap Nicholas.
Di titik ini, pesan itu terasa penting. Bagi para penonton yang tumbuh bersama film-film Hong Kong, duka atas wafatnya Patrick Tse bukan hanya soal kehilangan seorang aktor senior. Ada memori panjang tentang era ketika nama-nama besar seperti dirinya membentuk warna industri hiburan, lalu meninggalkan jejak yang sulit diganti.
Prosesi tertutup dan penampilan terakhir di publik
Sesuai keinginan mendiang, seluruh prosesi pemakaman akan digelar secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat dekat. Adik Nicholas, Jennifer Tse Ting-ting, yang beberapa tahun terakhir menetap di Kanada bersama suami dan anak-anaknya, juga dikabarkan akan kembali ke Hong Kong untuk memberikan penghormatan terakhir.
Penampilan terakhir Patrick Tse di depan publik terjadi pada akhir April lalu. Saat itu, ia terlihat menikmati secangkir kopi bersama teman-temannya di sebuah kafe di kawasan The Peak, Hong Kong. Ia harus menggunakan kursi roda dan tongkat, serta tampak jauh lebih kurus dibandingkan sebelumnya, tapi tetap ramah melayani permintaan foto dari para penggemar.
Wajahnya masih sama. Senyum hangat itu tetap ada. Dan justru dari momen terakhir seperti itulah banyak orang akan mengingatnya: duduk di kafe, dikelilingi teman, lalu menyapa penggemar tanpa banyak jarak.
Patrick Tse juga tercatat menerima penghargaan Aktor Terbaik di Hong Kong Film Awards 2022 lewat penampilannya dalam film Time. Setelah itu, ia memilih tidak lagi mengambil proyek akting baru hingga akhirnya meninggal dunia, menutup salah satu perjalanan paling panjang dalam sejarah hiburan Hong Kong.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.