Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Siapa Bang Faiq? Penjual Kambing Asal Batu yang Perawakannya Bikin Publik Heboh

Siapa Bang Faiq? Penjual Kambing Asal Batu yang Perawakannya Bikin Publik Heboh
Foto: Viva

BATU — Bang Faiq, penjual kambing asal Batu, Malang, mendadak jadi bahan obrolan warganet dalam beberapa hari terakhir. Sosok bernama lengkap Faiq Muhammad Alkatiri itu ramai dibahas bukan karena jualannya, melainkan karena perawakannya yang dinilai mirip dengan penggambaran populer Yesus Kristus atau Isa Al Masih.

Di media sosial, perhatian publik langsung tertuju ke penampilannya. Rambut panjang lurus, kumis, brewok, jenggot lebat, lalu gamis putih dan sorban. Lengkap. Dari situ, nama Bang Faiq cepat menyebar dan memancing rasa ingin tahu orang yang baru pertama kali melihat akunnya.

Bang Faiq dan awal perhatian publik

VIVA melaporkan, kemunculan Bang Faiq membuat banyak orang penasaran karena isi kontennya tidak berhenti di penampilan saja. Ia juga membagikan pesan berdakwah dan kesehariannya sebagai pedagang kambing. Dua hal itu membuat akun Instagram-nya cepat menonjol di antara unggahan lain yang berseliweran di linimasa.

Dalam lima hari sejak akun Instagram-nya dibuat pada Jumat, 17 Juli 2026, jumlah pengikutnya melonjak tajam menjadi 146 ribu. Angka itu ikut menjelaskan kenapa nama Bang Faiq mendadak ramai. Cepat sekali.

Pria asal Batu yang jualan kambing

Bang Faiq disebut sebagai pria asli Kota Batu, Malang. Petunjuk paling jelas datang dari logat Jawanya yang kental. Ia juga berjualan kambing di kawasan tersebut, sesuai pengakuannya sendiri di Instagram.

Ia bahkan membagikan alamat lengkap tempat berjualannya. Dalam unggahan yang dikutip, Bang Faiq menuliskan, “Jl Abdul Gani gg 2 no 34, Ngaglik, Batu, Jatim,“ kata dia di Instagram @bangfaiq_batu.

Langkah itu membuat identitasnya terasa lebih terbuka. Tidak ada kesan menutup-nutupi. Justru, ia tampil apa adanya sebagai pedagang yang ingin dikenal lewat konten ringan dan aktivitas hariannya.

Kenapa warganet bereaksi keras

Perhatian publik tak datang dari ruang kosong. Bukan hanya karena tampilan khas yang ia tunjukkan, tetapi juga karena pencahayaan dalam sejumlah video yang dianggap memberi kesan seperti cahaya ilahi saat ia berbicara. Dari sanalah sebagian warganet menafsirkan kemunculannya secara beragam.

Respons pun terbelah. Ada yang menjadikannya bahan candaan, ada juga yang kurang suka karena menganggap tampilannya menyerupai kepercayaan agama lain. Situasi ini memperlihatkan betapa cepat visual di media sosial bisa memicu tafsir yang berbeda, meski konteks awalnya tidak selalu sama.

Bagi penjual kecil seperti Bang Faiq, sorotan sebesar ini punya dampak langsung. Nama dan lapak kambingnya ikut terdorong naik, karena banyak orang yang penasaran lalu mencari akun dan aktivitasnya.

Di level yang lebih luas, kasus ini juga menunjukkan bahwa identitas visual di media sosial bisa mengubah orang biasa menjadi perbincangan nasional dalam hitungan hari. Apalagi kalau kontennya konsisten dan mudah dikenali.

Klarifikasi dari Bang Faiq

Menanggapi tuduhan yang muncul, Bang Faiq buru-buru memberi klarifikasi. Ia menyebut tampilan seperti itu sudah lama ia lakukan. Bedanya, dulu ia tidak mengunggahnya ke media sosial.

Klarifikasi ini penting karena menyentuh inti persoalan: apakah yang dilihat publik memang sesuatu yang baru, atau hanya kebiasaan lama yang kini tampil di ruang yang jauh lebih besar. Dalam kasus Bang Faiq, media sosial membuat kebiasaan personal yang semula biasa saja berubah menjadi konsumsi ramai orang.

VIVA menulis, akun Instagram @bangfaiq_batu dibuat pada Jumat, 17 Juli 2026, dan dalam lima hari sudah mencapai 146 ribu followers. Di situlah letak dorongan viralnya. Satu akun baru, satu figur yang mudah dikenali, lalu ledakan perhatian terjadi sangat cepat.

Fakta itu masih jadi angka paling mencolok dari kisah Bang Faiq sampai saat ini.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda