LOS PALACIOS Y VILLAFRANCA — Keberhasilan tim nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 menyisakan euforia yang tak biasa bagi dua pemain bintangnya, Gavi dan Fabián Ruiz. Alih-alih mendapatkan bonus uang tunai atau emas, kedua pemain ini disambut dengan tradisi unik saat kembali ke kampung halaman mereka di Los Palacios y Villafranca, Spanyol, pada Selasa lalu.
Pemerintah daerah setempat memberikan apresiasi berupa tomat dengan total berat yang disesuaikan dengan berat badan masing-masing pemain. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka membawa pulang trofi sepak bola paling bergengsi tersebut ke tanah Spanyol setelah penantian selama 16 tahun.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Tradisi Unik dari Andalusia
Proses penyerahan hadiah dilakukan langsung di balai kota setempat. Begitu tiba, Gavi dan Fabián Ruiz menjalani prosedur penimbangan berat badan yang disaksikan warga. Angka yang muncul di timbangan itulah yang menjadi patokan jumlah tomat yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Melansir laporan ESPN pada Kamis, 23 Juli, Fabián Ruiz yang merupakan gelandang Paris Saint-Germain diketahui memiliki berat badan 84 kilogram. Sementara itu, pemain Barcelona, Gavi, tercatat memiliki berat 68 kilogram. Tomat dengan jumlah bobot tersebut langsung diserahkan kepada masing-masing pemain sebagai simbol apresiasi tertinggi dari daerah mereka.
Los Palacios y Villafranca, sebuah wilayah di Andalusia, Spanyol bagian selatan, memang memiliki reputasi sebagai penghasil tomat berkualitas. Namun, kawasan ini juga telah menjelma menjadi pusat lahirnya bakat-bakat sepak bola besar Spanyol.
Pewarisan Tradisi dari Jesús Navas
Tradisi unik ini bukan kali pertama dilakukan oleh pemerintah Los Palacios y Villafranca. Mantan pemain Sevilla dan Manchester City, Jesús Navas, menjadi pionir yang menerima penghormatan serupa. Navas tercatat sebagai pemain pertama yang mendapatkan apresiasi tomat seberat badannya setelah sukses membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Navas sendiri memiliki catatan prestasi yang panjang, termasuk membantu Spanyol meraih gelar Piala Eropa pada 2012 dan 2024. Kini, tongkat estafet tradisi tersebut berlanjut kepada generasi baru. Fabián Ruiz, yang sebelumnya ikut membawa Spanyol menjuarai Euro 2024, kini melengkapi koleksinya dengan gelar Piala Dunia.
Bagi Gavi, momen ini terasa lebih emosional karena trofi Piala Dunia 2026 menjadi gelar internasional pertama yang ia menangkan bersama tim senior Spanyol.
Sambutan hangat dengan ribuan kilogram tomat ini menjadi penanda bahwa prestasi di lapangan hijau tetap memiliki nilai emosional yang tinggi di mata masyarakat lokal, melampaui sekadar nilai material yang lazim ditemukan dalam dunia sepak bola profesional modern.
Keunikan cara perayaan ini memperkuat ikatan antara pesepak bola dengan identitas daerahnya. Meski telah menjadi pemain bintang dunia, kembali ke akar budaya dan tradisi lokal seperti ini menjadi pengingat akan dukungan masyarakat yang konsisten bagi karier para pemain di panggung internasional.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.