JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Fitur GoPay 2026 mulai terlihat jelas arah besarnya: lebih banyak layanan harian, lebih dekat ke kebutuhan transaksi, dan lebih banyak fungsi yang ditarik langsung ke satu aplikasi. GoPay menyebut basis pengguna aktifnya sudah tembus 26 juta.
Pembaruan itu tidak berhenti di pembayaran. Ada tarik tunai tanpa kartu, pemisahan tagihan berbasis AI, pengalihan pembayaran online ke aplikasi GoPay, sampai menu program pemerintah di halaman utama.
Tarik Tunai Saldo Tanpa Kartu di ATM BRI dan bank bjb
Salah satu fitur yang paling langsung terasa adalah tarik tunai saldo tanpa kartu di ATM BRI dan bank bjb. Rilisnya disebut pada 17 Maret 2026, bertepatan dengan masa jelang Lebaran.
GoPay menggandeng Jalin, BRI, dan bank bjb untuk layanan ini. Pengguna cukup membuka aplikasi GoPay, memilih menu tarik tunai, lalu mendapatkan kode yang dipakai di ATM tanpa kartu fisik.
Di sisi lain, layanan ini juga dibaca sebagai jawaban atas kebutuhan uang tunai yang biasanya naik saat Ramadan. Dalam draf, kebutuhan itu disebut diproyeksikan naik 15%.
Total lebih dari 19.000 ATM BRI disebut sudah mendukung fitur ini. Artinya, akses tunai tidak lagi bertumpu pada kartu debit yang sering tertinggal atau rusak.
Split Bill berbasis AI dan OCR
Fitur Split Bill menjadi penambahan yang paling praktis untuk transaksi ramai-ramai. GoPay menyiapkan pembagian tagihan berbasis AI dan OCR sejak awal 2026.
Cara kerjanya sederhana. Struk makan atau restoran difoto, lalu sistem membaca nominal, pajak, dan biaya layanan dengan akurasi 90%. Setelah itu, tagihan bisa dibagi otomatis per orang.
Fungsi ini relevan untuk makan bersama, arisan, liburan, sampai tagihan bulanan. Proses yang biasanya ribet kini dipangkas jadi beberapa langkah.
Pembayaran online dipusatkan ke aplikasi GoPay
Mulai 1 April 2026, GoPay menyesuaikan alur pembayaran online. Transaksi yang dulu bisa lewat aplikasi Gojek kini diarahkan ke aplikasi GoPay.
Perubahan ini disebut ditempuh untuk keamanan, pengalaman yang lebih cepat, dan fokus layanan. Pengguna yang terbiasa membayar dari ekosistem lama perlu menyiapkan aplikasi GoPay dan login di dalamnya.
Bagi pengguna, dampaknya cukup jelas: satu pintu untuk transaksi digital. Bagi ekosistem GoPay, penyesuaian ini mempertegas posisi aplikasi sebagai pusat layanan pembayaran, bukan sekadar fitur pelengkap.
Menu program pemerintah di halaman utama
GoPay juga menambahkan menu khusus program pemerintah di halaman utama. Isinya mencakup Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes dan Kartu Prakerja.
Langkah ini dibuat agar masyarakat lebih mudah mengakses manfaat tanpa harus berpindah-pindah situs. Dari aplikasi yang dipakai sehari-hari, informasi layanan publik bisa ditemukan lebih cepat.
Model seperti ini punya efek praktis. Informasi program negara masuk ke ruang yang memang sering dibuka pengguna, sehingga peluang aksesnya lebih besar.
FAMS GG dan CHAMPS GG untuk penggemar esports
Di ranah hiburan, GoPay menyiapkan FAMS GG dan CHAMPS GG untuk penggemar MLBB. Fitur ini hadir lewat kolaborasi dengan EVOS dan Alter Ego.
Isinya cukup ramai: daily quiz, mini games, voting, jadwal tanding, dan collectible cards pemain. Hadiah yang disiapkan bahkan mencakup jersey resmi tanda tangan.
Menu hiburan seperti ini menunjukkan bahwa aplikasi dompet digital kini tidak cuma bicara transaksi. Ada upaya menahan pengguna agar lebih sering masuk dan berinteraksi.
Bonus fitur lain yang ikut disiapkan
Masih ada tambahan lain di 2026, mulai dari beli tiket TransJakarta langsung di aplikasi GoPay, QRIS untuk jualan UMKM, jaminan saldo kembali, sampai Transfer Kejutan Hadiah Lebaran atau War Trakjil.
Rangkaian fitur itu memperlihatkan satu pola. GoPay sedang memperluas fungsi dari alat bayar menjadi aplikasi yang dipakai untuk kebutuhan transportasi, jualan, bantuan pemerintah, hiburan, dan transaksi harian sekaligus.
Buat pasar digital Indonesia, arah ini penting. Kompetisi dompet digital tidak lagi berhenti di promo dan cashback. Yang diburu sekarang adalah kebiasaan pengguna, seberapa sering aplikasi dibuka, dan seberapa banyak urusan harian yang bisa selesai di sana. Itu yang akan menentukan siapa paling lengket di ponsel pengguna pada 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.