Debu lintasan Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar, Banyuwangi, belum benar-benar turun saat para penonton bersorak menyambut juara baru.
Gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX Racing 2026 yang berlangsung pada 5 Juli lalu resmi melahirkan bintang-bintang baru yang akan menjadi tulang punggung balap sepeda Indonesia di masa depan.
Talenta muda yang berlatih di bawah bimbingan akademi mitra Polygon tampil beringas, menyapu bersih podium dan membuktikan bahwa jam terbang tinggi memang tidak pernah mengkhianati hasil.
Kemenangan di Muncar bukan cuma urusan membawa pulang medali emas. Ajang ini menjadi parameter nyata bagaimana integrasi program akademi dan dukungan berkelanjutan mampu membentuk mentalitas pemenang sejak usia dini. Para bocah di lintasan supercross tersebut tidak hanya lihai mengolah pedal.
Mereka menunjukkan kematangan teknik, kedisiplinan tinggi, dan keberanian menaklukkan rintangan teknis yang cukup menantang bagi seusia mereka.
Dominasi di Atas Pedal
Nama Dewa Shaka Ibrahim sontak menjadi perbincangan di pinggir lintasan. Rider muda andalan Afos Katana Family (AKF) ini tampil tanpa beban, mengunci posisi terdepan dan mempertahankan gelar Juara Nasional di kategori Boys 11-12 Tahun.
Ini adalah kali kedua secara beruntun ia berdiri di podium tertinggi. Konsistensi Shaka menunjukkan bahwa ia bukan sekadar atlet musiman, melainkan rider yang punya visi jauh ke depan.
Cerita berbeda datang dari Rayhan Pradipta Yudono. Setelah tiga tahun berdarah-darah di kerasnya arena Kejurnas, Rayhan akhirnya mencicipi manisnya puncak prestasi.
Ia sukses merengkuh gelar Juara Nasional Boys 9-10 Tahun setelah performa memukau yang membuat rival-rivalnya harus mengakui keunggulan tekniknya. Keberhasilan Rayhan menjadi bukti konkret bahwa kesabaran dalam proses latihan akhirnya menemukan muaranya.
Selain mereka, papan klasemen akhir juga dipenuhi nama-nama dari akademi mitra Polygon yang tampil impresif. Nilna Murni, Fiorenza Prianggo, hingga Aldira Iqbal Pratama Rachmad secara konsisten mengamankan posisi podium. Kehadiran mereka menegaskan peta kekuatan baru dalam pembinaan balap sepeda nasional yang kini mulai bergeser ke arah lebih profesional dan terukur.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.