JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Beras fortifikasi, yang kerap disalahpahami sebagai beras plastik, adalah inovasi pangan sehat yang kini menjadi program prioritas nasional Indonesia. Inisiatif ini digalakkan untuk mengatasi permasalahan gizi ganda yang masih menghantui, termasuk stunting dan anemia. Beras ini, yang diperkaya dengan berbagai mikronutrien esensial, bertujuan memperbaiki kualitas asupan harian masyarakat tanpa mengubah kebiasaan konsumsi nasi sebagai makanan pokok.
Badan Pangan Nasional (NFA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara aktif mempromosikan beras jenis ini sebagai strategi efektif dalam perbaikan gizi.
Apa Itu Beras Fortifikasi?
Fortifikasi beras merupakan salah satu upaya perbaikan gizi masyarakat melalui pengayaan zat gizi pada beras. Definisi WHO dan FAO menjelaskan, fortifikasi mengacu pada praktik yang dengan sengaja meningkatkan kandungan mikronutrien esensial, seperti vitamin dan mineral dalam makanan, sehingga dapat meningkatkan kualitas gizi dari persediaan makanan dan untuk memberikan manfaat kesehatan masyarakat dengan risiko minimal.
Sederhananya, beras fortivit atau beras bervitamin adalah beras biasa yang ditambahkan kernel vitamin. Program fortifikasi ini memiliki tujuan memperbaiki kualitas asupan harian tanpa mengubah pola konsumsi masyarakat yang cenderung mengonsumsi beras sebagai bahan pangan pokok.
Pemilihan beras sebagai target fortifikasi sangat strategis karena dikonsumsi hampir setiap hari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Kandungan Gizi Beras Fortifikasi
Berbeda dengan beras biasa yang utamanya menyediakan karbohidrat, beras fortifikasi diperkaya dengan beragam mikronutrien penting. Beras fortivit atau beras bervitamin mengandung sedikit karbohidrat, tetapi kaya akan kandungan mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, asam folat, zat besi, dan seng (Zn). Bapanas merinci lebih lanjut, beras ini diperkaya dengan zat gizi mikro seperti vitamin A, B1, B6, B12, asam folat, zat besi, dan zinc.
Dalam program bantuan pangan, beras yang disalurkan dipastikan memiliki kandungan mikronutrien serupa, yakni vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, asam folat, serta mineral seperti zat besi dan zinc. Versi terbaru dari Bapanas menyebutkan, beras fortifikasi adalah beras yang diberikan vitamin dan mineral B1, B3, B6, B9, B12, ditambah zinc dan ferum.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.