Sabtu, 25 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Bisakah Cahaya Dibelah Jadi Setengah? Fisikawan Uji Batas Foton

Bisakah Cahaya Dibelah Jadi Setengah? Fisikawan Uji Batas Foton
Upaya memecah partikel cahaya menjadi unit yang lebih kecil terus menjadi tantangan dalam riset fisika kuantum global

Sebuah pertanyaan berani tengah mengusik ketenangan para fisikawan di laboratorium-laboratorium kuantum dunia: mungkinkah kita membelah cahaya menjadi bagian yang lebih kecil? Gagasan ini bukan sekadar permainan pikiran untuk mengisi waktu senggang. Para ilmuwan sedang berupaya melampaui batas teoretis yang selama ini mengunci pemahaman kita tentang perilaku partikel dasar penyusun alam semesta.

Foton, unit terkecil dari energi elektromagnetik, selama ini dianggap sebagai entitas tunggal yang tak terpisahkan. Dalam fisika kuantum, membelah satu foton menjadi dua bagian dengan energi yang sama rata terdengar seperti melawan takdir partikel itu sendiri. Upaya ini bukan soal memotong benda padat dengan pisau, melainkan tentang manipulasi ekstrem pada kondisi kuantum yang sangat rapuh.

Dinding Tebal Fisika Kuantum

Setiap kali peneliti mencoba memaksa foton untuk berinteraksi lebih dari sekadar unit utuh, sistem kuantum langsung memberikan respons yang tidak ramah.

Menurut laporan yang dihimpun dari ScienceAlert, hukum fisika saat ini dengan tegas menyatakan bahwa foton tidak bisa sekadar dibagi layaknya selembar kertas. Begitu ada intervensi yang mencoba merusak integritasnya, identitas partikel itu pun ikut berubah.

Kondisi yang muncul saat eksperimen ini berlangsung justru menciptakan labirin fluktuasi energi yang sulit diprediksi. Alih-alih mendapatkan dua “setengah foton” yang rapi, para fisikawan justru kerap menemui kegagalan berupa interaksi kuantum yang membingungkan. Sistem tersebut seolah menolak untuk tunduk pada eksperimen mekanis yang kita terapkan di laboratorium konvensional.

Tantangan ini berakar pada karakteristik kuantum yang sangat kaku. Dalam dunia subatomik, energi tidak berperilaku seperti air dalam gelas yang bisa dituang ke dua wadah berbeda. Foton memiliki paket energi diskret. Mengusik paket tersebut berarti merusak informasi yang dibawanya. Ini adalah hambatan utama yang membuat banyak teori tentang pemecahan foton masih berstatus spekulatif.

Implikasi pada Masa Depan Komputasi

Mengapa ilmuwan begitu ngotot mencoba memecah partikel cahaya? Jawabannya ada pada masa depan teknologi informasi. Saat ini, jaringan internet global kita mengandalkan kabel serat optik yang mengirimkan foton utuh sebagai pembawa data.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda