Sabtu, 25 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Di Tengah Pelemahan IHSG, Asing Akumulasi Saham VKTR hingga ANTM

Di Tengah Pelemahan IHSG, Asing Akumulasi Saham VKTR hingga ANTM
Foto: Bisnis.com

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (24/7/2026) dengan catatan kinerja negatif. Indeks tertekan cukup dalam sebesar 1,88% atau 118 poin, yang membawa IHSG bertengger di level 6.196,43.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan volatilitas tinggi selama sesi perdagangan, dengan rentang pergerakan antara 6.159 hingga 6.268. Total kapitalisasi pasar yang tercatat mencapai Rp10.894 triliun di tengah sentimen pasar yang didominasi oleh koreksi masif. Secara keseluruhan, 587 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 104 saham yang mampu bertahan di area positif.

Tekanan jual yang dilakukan investor asing menjadi salah satu katalis utama pelemahan tersebut. Sepanjang hari, pasar saham domestik mengalami arus keluar dana asing dengan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp1,35 triliun.

Pilihan Saham Asing di Pasar yang Tertekan

Meskipun arus modal asing cenderung keluar secara masif, sejumlah emiten justru mencatatkan akumulasi atau net buy. Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) menjadi primadona dengan nilai beli bersih mencapai Rp277,1 miliar. Selain itu, investor asing juga terlihat masuk ke saham perbankan besar dan sektor komoditas.

Berikut adalah daftar lima saham dengan pembelian bersih (net buy) tertinggi oleh investor asing pada 24 Juli 2026:

Emiten Net Buy (Rp)
VKTR 277,1 miliar
BBRI 131,1 miliar
BBCA 124,1 miliar
ANTM 51,1 miliar
BULL 46,6 miliar

Aksi beli ini memberikan sinyal kontras di tengah sentimen negatif yang menekan indeks utama. Bagi investor domestik, pola akumulasi asing ini bisa menjadi rujukan untuk melihat saham-saham yang dinilai memiliki fundamental kuat meski pasar sedang terkoreksi.

Tekanan Jual di Sektor Perbankan

Di sisi lain, sektor perbankan justru menjadi sasaran aksi jual paling agresif. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp639,7 miliar. Saham ini bahkan menjadi saham dengan nilai transaksi harian terbesar di bursa, mencapai Rp1,7 triliun, namun harus ditutup anjlok 5,71% ke level Rp4.130 per saham.

Selain BMRI, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turut mencatatkan transaksi jumbo sebesar Rp1,2 triliun, meski harganya terkoreksi 3,23% ke level Rp2.100. Beberapa saham lain yang mencatatkan net sell signifikan di antaranya PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) sebesar Rp304,5 miliar dan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melepas Rp165 miliar.

Kondisi ini menegaskan bahwa aksi jual investor asing tidak merata di seluruh sektor, melainkan terkonsentrasi pada emiten-emiten dengan kapitalisasi pasar besar yang memiliki volatilitas harga tinggi di hari yang sama. Bagi pelaku pasar, pergerakan dana asing ini menjadi cerminan bagaimana institusi besar merespons fluktuasi indeks domestik di penghujung pekan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda